Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Bitcoin Turun ke US$106.500, Saham Asia Melemah Menyusul Kekhawatiran Ekonomi Global

Langsungklik.id
Bitcoin Turun ke US6.500, Saham Asia Melemah Menyusul Kekhawatiran Ekonomi Global

LangsungKlik.id, Finance – Pasar keuangan Asia menunjukkan tekanan terbaru: harga Bitcoin turun ke level US$106.500, sementara indeks saham regional mencatat koreksi ringan di tengah kekhawatiran tentang kebijakan moneter global dan perlambatan ekonomi.

Pergerakan Harga Bitcoin: Koreksi dan Titik Penting

  • Bitcoin sempat reli mendekati US$110.000 pekan ini, namun aksi ambil untung mulai terjadi, menurunkan harga ke kisaran US$106.500.
  • Para trader kripto memperhatikan level support kuat di US$105.000—penembusan di bawahnya berisiko memperpanjang koreksi.
  • Resistance kritis berada di US$110.000–112.000; penembusan di atas itu diperlukan untuk mengembalikan momentum bullish.
Baca Juga :  Anomali Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12% Triwulan II 2025: Industri Manufaktur Justru Lesu

Pasar Saham Asia Melemah, Investor Tunggu Sinyal Baru

  • Saham Asia melemah tipis (antara 0,2–0,5%), terimbas oleh data aktivitas industri di China yang melambat serta kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga global.
  • Untuk pasar Indonesia, IHSG diprediksi bergerak hati-hati di kisaran 7.200–7.250—tergantung rilis data inflasi lokal dan tekanan eksternal.

Dolar AS Menguat, Rupiah Tertahan di Kisaran Rp16.450

  • Indeks dolar AS mencatat rebound setelah data tenaga kerja AS menunjukkan angka di atas perkiraan—memicu kekhawatiran The Fed akan menahan suku bunga.
  • Akibatnya, rupiah melemah tipis ke level Rp16.450/USD, meski masih stabil dibanding beberapa minggu lalu.
Baca Juga :  Saham Potensial Agustus 2025, Ini Daftar Emiten yang Layak Dicermati Investor

Strategi untuk Investor & Trader

  1. Kripto: Pantau area support US$105K–106K—mana tahu ada titik beli baru. Atau tunggu breakout di atas US$110K sebagai sinyal bullish kembali.
  2. Saham regional: Hindari over-leveraged stocks; sektor finansial dan energi bisa jadi alternatif defensif.
  3. Nilai tukar & devisa: Investor jangka pendek dapat manfaatkan dan spot rupiah di kisaran menengah + lindung nilai jika memasuki US$16.500+.

Pergerakan pasar saat ini dipicu oleh kombinasi antara data ekonomi terbaru dari AS/China dan spekulasi kebijakan The Fed. Trader disarankan untuk tetap waspada terhadap laporan inflasi dan pidato pejabat bank sentral dalam pekan ke depan, karena bisa menjadi katalis kuat bagi gerakan harga selanjutnya.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Hariyadi, Ustad MTs Plus Pesantren Skill Jember Jadi Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember

[LangsungKlik.id]

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement
Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *