Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

IHSG Rebound di Tengah Kekacauan! Serangan Israel ke Iran, Pasar Asia Rontok, Tapi Indonesia Tahan Gempuran

Langsungklik.id
IHSG Rebound di Tengah Kekacauan! Serangan Israel ke Iran, Pasar Asia Rontok, Tapi Indonesia Tahan Gempuran

LangsungKlik.id, Jakarta — Saat bursa saham dunia tertekan hebat akibat serangan Israel ke Iran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tampil mengejutkan. Di tengah kekacauan pasar global, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup menguat tipis, Jumat (13/6/2025).

Israel Serang Iran, Pasar Global Panik

Kabar serangan militer Israel ke fasilitas pertahanan Iran langsung mengguncang sentimen global sejak dini hari. Harga minyak melonjak tajam, indeks saham utama Asia seperti Nikkei, Hang Seng, dan Kospi berguguran lebih dari 1%. Investor global buru-buru melarikan dana ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Baca Juga :  Harga Pangan Jawa Timur Naik: Beras Premium Rp14.942/kg, Bawang Merah Tembus Rp39.135/kg

IHSG Dibuka Loyo, Tapi Balik Arah

Di awal perdagangan, IHSG sempat ikut tenggelam hingga menyentuh level 7.150, turun lebih dari 0,5%. Namun menjelang siang, aliran dana lokal mulai masuk, terutama ke sektor pertambangan dan energi. IHSG pun mulai memanjat naik, dan akhirnya ditutup di zona hijau pada level 7.198.

Saham Komoditas Jadi Pahlawan

Saham-saham tambang dan komoditas seperti ADRO, MDKA, PTBA, dan ANTM mencatat lonjakan signifikan. Lonjakan harga emas dan nikel global akibat ketegangan Timur Tengah memicu aksi beli besar-besaran dari investor domestik.

Baca Juga :  Indonesia–AS Sepakati Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen, Era Baru Perdagangan Dimulai

“Kalau konflik terus berlanjut, saham tambang masih jadi primadona. Tapi harus tetap waspada, volatilitas tinggi,” ujar analis pasar dari salah satu sekuritas lokal.

Kenapa IHSG Bisa Kuat?

Ada beberapa alasan kenapa IHSG tetap tangguh:

  • Mayoritas investor ritel domestik masih percaya pada pasar lokal.
  • Minimnya eksposur langsung ke geopolitik Timur Tengah.
  • Dana asing tak terlalu banyak keluar, menjaga tekanan jual tetap terbatas.

Meski dibayangi ketidakpastian global, pasar modal Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat. IHSG masih bergerak di atas support kunci 7.100, sementara investor kini menanti arah baru dari konflik Israel-Iran dan keputusan suku bunga The Fed minggu depan.

Baca Juga :  Chainsaw Man – Reze Arc Movie: Tayang 19 September 2025 di Jepang, Siap Guncang Layar Lebar

[LangsungKlik.id]

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement
Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *