LangsungKlik.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani RUU pendanaan sementara pada Rabu malam (12 November 2025 waktu setempat), yang secara resmi mengakhiri penutupan pemerintahan federal selama 43 hari. Shutdown ini menjadi yang terlama dalam sejarah AS dan dimulai sejak 1 Oktober 2025 ketika Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran.
Dengan disahkannya pendanaan darurat tersebut, layanan pemerintahan mulai kembali beroperasi bertahap. Pegawai federal yang sebelumnya dirumahkan atau bekerja tanpa gaji dijadwalkan kembali masuk kerja, sementara sejumlah layanan publik dipulihkan secara perlahan. Program bantuan pangan nasional, termasuk SNAP, mendapat prioritas untuk segera memperoleh kucuran dana agar distribusi bantuan tidak kembali terhambat.
RUU ini lolos setelah sebagian senator Demokrat memilih mendukung paket kompromi bersama mayoritas Republik. Namun, sejumlah isu penting masih menyisakan perdebatan, terutama terkait perpanjangan subsidi asuransi kesehatan di bawah ACA yang tidak ikut dimasukkan dalam paket pendanaan sementara. Pembahasan mengenai klausul tersebut direncanakan kembali digelar pada Desember mendatang, sehingga tekanan politik masih belum sepenuhnya mereda.
Meski pemerintahan kembali dibuka, pemulihan penuh diprediksi membutuhkan waktu. Beberapa sektor seperti transportasi, layanan statistik ekonomi, hingga administrasi publik diperkirakan memerlukan beberapa minggu untuk kembali normal. Pembayaran gaji pegawai federal yang tertunda juga diproyeksikan mulai diproses dalam waktu dekat.
Dengan berakhirnya kebuntuan anggaran ini, fokus pemerintah AS kini bergeser pada upaya mencegah krisis serupa terulang, sekaligus merampungkan sejumlah agenda legislasi yang sempat tertunda akibat shutdown berkepanjangan. (*)







