LangsungKlik.id – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memperingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada menyusul terpantau aktifnya Bibit Siklon Tropis 91S di perairan Samudra Hindia bagian barat Provinsi Lampung.
Lokasi dan Status Terbaru
- BMKG mencatat bahwa bibit siklon ini terbentuk pada 7 Desember 2025 sekitar 5,4° Lintang Selatan dan 94,2° Bujur Timur, dalam area tanggung jawab TCWC Jakarta.
- Saat ini kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (± 37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1008 hPa.
- BMKG memantau sistem ini secara intensif, namun menilai peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis dan memasuki daratan relatif rendah dalam 24-72 jam ke depan.
Potensi Dampak: Hujan Lebat & Gelombang Tinggi
Walau belum menjadi siklon penuh, 91S berpotensi memberi dampak sekunder pada cuaca dan perairan, antara lain:
- Peningkatan curah hujan – dengan intensitas sedang hingga lebat – di wilayah Sumatra: khususnya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, dan beberapa area lain di Sumbagsel.
- Potensi gelombang laut tinggi (1,25–2,5 m) di perairan Samudra Hindia barat Nias sampai selatan Banten, serta perairan selatan Selat Sunda.
Imbauan BMKG dan Saran Untuk Masyarakat
BMKG mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk tetap tenang, tetapi waspada dan terus memantau informasi cuaca resmi.
- Bagi warga di wilayah terdampak hujan – terutama wilayah pesisir dan dataran rendah – disarankan memperhatikan potensi banjir, drainase, dan kewaspadaan terhadap hujan deras.
- Bagi pelaku pelayaran, perikanan, dan transportasi laut: disarankan menunda aktivitas di laut atau menyesuaikan rute, mengingat potensi gelombang tinggi.
- Pemerintah daerah dan lembaga mitigasi bencana lokal agar siaga terhadap potensi cuaca ekstrem dan memperbarui informasi kepada publik secara rutin.
Meskipun status 91S masih sebagai “bibit siklon tropis” dengan peluang kecil berkembang menjadi badai tropis, dampak tidak langsung seperti hujan lebat dan gelombang tinggi tetap berpotensi terjadi – terutama di wilayah Sumatra dan perairan selatan Indonesia. Untuk itu, kehati-hatian, kewaspadaan, serta pemantauan informasi cuaca dari BMKG sangat dianjurkan bagi masyarakat. (*)







