Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Rupiah Terpuruk, Nilai Tukar Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS

Langsungklik.id
Rupiah Terpuruk, Nilai Tukar Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
Sumber Google Finance. Kamis, 12 Maret 2026, 22.14.20 UTC.

LangsungKlik.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Berdasarkan data di Google Finance, kurs USD/IDR tercatat berada di kisaran Rp16.911 per dolar AS pada pukul 22.14 UTC, atau menguat sekitar 0,12 persen untuk dolar AS pada hari yang sama.

Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Nilai tukar tersebut hanya berjarak kurang dari Rp100 dari level Rp17.000 per dolar AS, yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting di pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga :  Kebijakan Redenominasi dan Uang Kardus

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve. Kondisi ini membuat arus modal global cenderung mengalir ke aset-aset berbasis dolar.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati dinamika ekonomi domestik yang memengaruhi sentimen terhadap rupiah. Fluktuasi nilai tukar menjadi perhatian karena berdampak langsung pada biaya impor, harga bahan baku industri, serta stabilitas harga di dalam negeri.

Meski demikian, otoritas moneter Indonesia terus memantau perkembangan pasar. Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter dan intervensi di pasar valas jika diperlukan.

Baca Juga :  Mengulas BOBIBOS, Inovasi BBM dari Limbah Jerami Karya Anak Bangsa

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi geopolitik, serta arus investasi asing di pasar keuangan domestik. Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari otoritas moneter untuk menjaga stabilitas rupiah agar tidak menembus level Rp17.000 per dolar AS. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement
Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *