LangsungKlik.id – Perkiraan Idul Adha 2026 mulai disorot setelah terjadinya perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah di sejumlah wilayah. Kapan Hari Raya Kurban diperkirakan berlangsung, mengapa bisa berbeda, dan bagaimana penentuannya? Berdasarkan data kalender Hijriah global dan perhitungan astronomi, Idul Adha 2026 diprediksi jatuh pada Sabtu, 6 Juni 2026, meski potensi perbedaan tetap ada.
Prediksi Idul Adha 2026 Berdasarkan Kalender Hijriah
Mengacu pada kalender Islam global yang disusun lembaga astronomi seperti Umm al-Qura Arab Saudi, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan dimulai pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, 10 Dzulhijjah atau Idul Adha bertepatan dengan Sabtu, 6 Juni 2026.
Perhitungan ini menggunakan metode hisab atau kalkulasi astronomi posisi bulan. Metode ini memungkinkan penentuan tanggal Hijriah jauh hari sebelum pelaksanaannya.
Dampak Perbedaan Idul Fitri terhadap Idul Adha
Perbedaan Idul Fitri 1447 H yang terjadi sebelumnya berpotensi berlanjut pada Idul Adha. Jika awal Syawal berbeda, maka otomatis penanggalan menuju Dzulhijjah juga bisa bergeser satu hari.
Namun dalam praktiknya, tidak selalu perbedaan Idul Fitri berujung pada perbedaan Idul Adha. Hal ini tergantung pada hasil rukyatul hilal pada akhir bulan Dzulqa’dah nanti.
Metode Penentuan: Hisab dan Rukyat
Di Indonesia, penentuan hari besar Islam dilakukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama. Penetapan ini menggabungkan metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan hilal).
Organisasi Islam memiliki pendekatan berbeda. Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, yang menetapkan bulan baru jika hilal sudah di atas ufuk. Sementara Nahdlatul Ulama mengandalkan rukyatul hilal atau pengamatan langsung, yang bisa dipengaruhi kondisi cuaca dan visibilitas.
Perbedaan metode inilah yang kerap menyebabkan selisih satu hari dalam penentuan hari raya.
Faktor Astronomi yang Mempengaruhi
Penentuan awal bulan Hijriah sangat dipengaruhi oleh posisi bulan saat matahari terbenam. Ketinggian hilal, elongasi (jarak sudut bulan-matahari), serta umur bulan menjadi parameter utama.
Jika hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari. Inilah yang menyebabkan kemungkinan perbedaan tanggal antar wilayah atau organisasi.
Menunggu Keputusan Resmi Pemerintah
Meski prediksi Idul Adha 2026 mengarah ke 6 Juni, masyarakat tetap diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Kepastian ini penting sebagai acuan bersama dalam pelaksanaan salat Idul Adha dan ibadah kurban.
Perkiraan yang ada dapat dijadikan gambaran awal untuk persiapan, namun penetapan final tetap bergantung pada hasil pemantauan hilal menjelang bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. (*)






