LangsungKlik.id – Banyak orang merasa air minum dingin jauh lebih segar dan memuaskan dibanding air bersuhu ruang. Meski keduanya sama-sama menghilangkan dahaga, sensasi yang diberikan air dingin sering terasa lebih “nendang”. Penjelasan ilmiah mengungkap bahwa efek tersebut bukan hanya dipengaruhi suhu, tetapi juga respons saraf khusus di tenggorokan.
Menurut penjelasan ahli fisiologi, air dingin memicu aktivasi saraf bernama trigeminal nerve, yaitu jaringan saraf yang peka terhadap perubahan suhu ekstrem. Saat air bersuhu rendah melewati tenggorokan, saraf ini mengirim sinyal kuat ke otak, menghasilkan sensasi segar dan memuaskan yang tidak muncul saat meminum air suhu ruang. Efek ini serupa dengan sensasi mentol yang memberi rasa dingin meski sebenarnya tidak menurunkan suhu tubuh.
Penelitian juga menunjukkan bahwa air dingin menciptakan ilusi hidrasi yang lebih cepat. Sensasi segar tersebut membuat otak merasa tubuh kembali “terisi”, meskipun jumlah cairannya sama saja dengan air biasa. Karena itu, banyak orang yang haus berat akan langsung merasa lebih lega ketika meneguk air es dibanding air temperatur normal.
Fenomena ini semakin terasa saat cuaca panas atau ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan. Respons saraf menjadi lebih sensitif dan rangsangan dari air dingin memberikan efek seperti “penyegaran instan”. Sementara itu, air suhu ruang tetap efektif menghidrasi, tetapi tidak memberi impuls saraf yang kuat, sehingga terasa kurang memuaskan.
Meski memberikan sensasi lebih menyenangkan, pakar kesehatan mengingatkan agar konsumsi air dingin tetap seimbang, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas lambung atau masalah gigi. Namun secara umum, air dingin aman dikonsumsi dan dapat menjadi pilihan cepat untuk memulihkan rasa haus.
Pada akhirnya, sensasi segar air dingin bukan hanya persoalan suhu, tetapi juga cara tubuh merespons rangsangan tertentu. Inilah alasan mengapa tegukan air dingin sering terasa seperti “penyegar hidup” di tengah rasa haus yang berat. (*)
