Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Akar Ketegangan China dan Jepang: Sengketa Laut hingga Isu Taiwan Memanas

Langsungklik.id
Akar Ketegangan China dan Jepang: Sengketa Laut hingga Isu Taiwan Memanas

LangsungKlik.id – Ketegangan China dan Jepang kembali meningkat setelah serangkaian insiden di perairan Kepulauan Senkaku, wilayah yang dikelola Jepang namun diklaim China sebagai Diaoyu. Lonjakan aktivitas kapal penjaga pantai China, tuduhan pelanggaran ruang udara, hingga pernyataan keras terkait Taiwan menjadi pemicu utama memanasnya hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Patroli intensif China Coast Guard di sekitar Senkaku memicu protes keras dari Tokyo. Reuters melaporkan, kapal-kapal penjaga pantai China berlayar dalam formasi di zona yang dikuasai Jepang pada 16 November 2025. Insiden ini terjadi setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan bahwa Jepang dapat merespons secara militer jika China melakukan serangan ke Taiwan – pernyataan yang memancing protes keras dari Beijing.

Baca Juga :  10 Destinasi Wisata Populer di Jember, Dari Pantai Papuma hingga Puncak Rembangan

Data Pemerintah Jepang menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas maritim China. The Diplomat mencatat, kapal pemerintah China berada di zona kontigu Senkaku selama 355 hari pada 2024, tertinggi sepanjang pencatatan dilakukan. Laporan Kementerian Luar Negeri Jepang juga menyebutkan 39 insiden kapal China memasuki laut teritorial Jepang dalam satu tahun terakhir.

Ketegangan juga muncul di udara. AP News melaporkan bahwa Jepang menuduh helikopter China terbang memasuki wilayah udara Jepang selama sekitar 15 menit setelah lepas landas dari kapal patroli. China membantah tuduhan itu dan balik menyatakan bahwa justru pesawat sipil Jepang yang melanggar wilayahnya. Saling tuduh ini menambah tegang suasana di sekitar perairan sengketa.

Baca Juga :  Pengangguran di China Sewa Kantor Palsu demi Terlihat Sibuk Bekerja

Tokyo menilai langkah China sebagai ancaman strategis. Politico menyebut Jepang melihat ekspansi militer China sebagai tantangan terbesar bagi keamanan nasionalnya. Aktivitas kapal perang China di sekitar wilayah Jepang disebut meningkat tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Jepang pun mempercepat modernisasi pertahanan, termasuk penempatan rudal jarak jauh sebagai langkah pencegahan.

Beijing menolak keras tudingan bahwa langkah militernya mengancam keamanan Jepang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut isi Buku Putih Pertahanan Jepang sebagai bentuk penyebaran narasi “ancaman China”. Menurut Beijing, aktivitas mereka di Senkaku adalah upaya “penegakan hak” yang sah.

Baca Juga :  Harga Pangan Jawa Timur Naik: Beras Premium Rp14.942/kg, Bawang Merah Tembus Rp39.135/kg

Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa akar ketegangan China dan Jepang tidak hanya terkait sengketa wilayah, tetapi juga dinamika keamanan regional yang kian sensitif, terutama terkait Taiwan dan perimbangan kekuatan di Asia Timur. Situasi di kawasan diperkirakan tetap panas jika kedua pihak tak mencari jalur dialog yang lebih stabil. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *