Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Booming Suplemen Online: Antara Klaim Ajaib, Jerat Palsu, dan Cara Membedakan Produk Bersertifikat

Langsungklik.id
Booming Suplemen Online: Antara Klaim Ajaib, Jerat Palsu, dan Cara Membedakan Produk Bersertifikat

LangsungKlik.id – Pasar suplemen kesehatan online di Indonesia sedang mengalami ledakan yang luar biasa. Platform e-commerce, media sosial, hingga aplikasi pesan instan dipenuhi dengan produk yang menjanjikan penurunan berat badan instan, peningkat daya tahan tubuh ajaib, hingga penyembuh penyakit degeneratif. Namun, di balik kemasan menarik dan testimonial yang memukau, observasi mendalam oleh lembaga pengawas dan komunitas kesehatan menemukan maraknya produk yang mengedepankan klaim berlebihan, bahkan ilegal, dengan risiko serius bagi konsumen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peningkatan signifikan dalam penindakan terhadap produk suplemen ilegal yang beredar daring. Pola yang muncul menunjukkan pergeseran dari pemalsuan merek terkenal ke produk “brand baru” dengan formulasi dan klaim yang sangat agresif, yang seringkali dipasarkan melalui influencer tanpa verifikasi ilmiah yang memadai.

Memetakan Modus dan Klaim Menyesatkan

Observasi terhadap ratusan iklan suplemen online mengungkap pola klaim yang harus diwaspadai:

  1. Klaim Penyembuhan Penyakit Spesifik: Suplemen dilarang keras mengklaim dapat menyembuhkan, mengobati, atau mendiagnosis penyakit. Waspadai frasa seperti “sembuhkan diabetes”, “obat kanker herbal”, atau “hilangkan asam urat secara total”.
  2. Janji Instan dan Tidak Realistis: “Turun 10kg dalam 1 minggu tanpa olahraga”, “sixpack dalam 14 hari”, atau “tingkatkan imunitas 100%”. Perubahan fisiologis tubuh membutuhkan proses dan melibatkan banyak faktor.
  3. Penyamaran sebagai “Produk Alami” atau “Herbal Tradisional”: Banyak produk menggunakan narasi “alami” dan “warisan nenek moyang” untuk membangun kepercayaan, namun diam-diam ditambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti sibutramin (penekan nafsu makan berbahaya), sildenafil (untuk disfungsi ereksi), atau deksametason (steroid kuat) untuk memberikan efek “cespleng” yang berbahaya.
  4. Testimonial dan Endorsement yang Direkayasa: Penggunaan testimonial palsu, sebelum-sesudah (before-after) yang diedit, atau endorsemen dari figur yang bukan ahli kesehatan. Influencer sering kali hanya membacakan script tanpa pemahaman ilmiah.
Baca Juga :  Tes Kesehatan Personal Berbasis Genom: Antara Harapan Personalisasi dan Realita Penerapannya

Panduan Wajib Membedakan Produk Legal dan Ilegal

Berdasarkan pedoman BPOM dan analisis produk, berikut langkah kritis yang harus dilakukan konsumen sebelum membeli suplemen online:

  1. CEK NOMOR IZIN ELEKTRONIK BPOM (NIE) SECARA MANDIRI:
    • Setiap produk suplemen yang legal harus memiliki izin edar dari BPOM dalam bentuk NIE yang tercantum pada kemasan.
    • Jangan percaya hanya pada screenshot. Kunjungi situs resmi cekbpom.pom.go.id atau gunakan aplikasi BPOM Mobile.
    • Masukkan nomor NIE (bukan nama produk saja) ke dalam pencarian. Pastikan nama produk, nomor registrasi, dan nama PT yang tercantum di website BPOM sama persis dengan yang di iklan dan kemasan.
  2. LACAK LEGALITAS PERUSAHAAN DAN PROSES PRODUKSI:
    • Cari tahu nama PT di belakang produk. Cek apakah mereka memiliki Sertifikat Cara Produksi yang Baik (CPPB) dari BPOM. Ini menjamin produk dibuat di fasilitas yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan.
    • Waspada terhadap produk yang hanya beredar di satu platform (seperti grup WhatsApp eksklusif) dan tidak memiliki alamat usaha yang jelas.
  3. ANALISIS KRITIS TERHADAP KLAM DAN BAHAN:
    • Bacalah daftar bahan (ingredients) dengan saksama. Jika ada bahan kimia yang terdengar asing atau Anda ragu, cari informasi ilmiahnya dari sumber terpercaya.
    • Ingat: Suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti makanan atau pengobatan. Klaim yang terlalu bombastis adalah red flag utama.
    • Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sedang hamil/menyusui, atau sedang mengonsumsi obat lain.
  4. WASPADAI HARGA JAUH DI BAWAH PASARAN:
    • Produk berkualitas dengan bahan baku yang baik, diproduksi di fasilitas berstandar, dan telah melalui proses registrasi BPOM tidak mungkin dijual dengan harga murah sekali.
Baca Juga :  62 Kasus Super Flu Subclade K Terdeteksi di RI, Anak dan Perempuan Paling Rentan

Dampak dan Risiko Konsumsi Suplemen Ilegal

Observasi dari laporan kasus kesehatan menunjukkan risikonya nyata:

  • Gangguan Hati dan Ginjal: Bahan kimia berbahaya atau dosis yang tidak terkontrol dapat membebani organ detoksifikasi tubuh.
  • Gangguan Kardiovaskular: BKO seperti sibutramin dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, berisiko menyebabkan stroke atau serangan jantung.
  • Ketergantungan dan Efek Withdrawal: Beberapa zat adiktif mungkin ditambahkan secara diam-diam.
  • Interaksi Berbahaya dengan Obat Resep: Dapat mengurangi efektivitas obat atau menimbulkan reaksi berbahaya.

Masa Depan: Regulasi Ketat dan Edukasi Konsumen

BPOM dan Kementerian Kesehatan terus memperkuat pengawasan marketplace dan media sosial. Kemitraan dengan platform e-commerce untuk take down produk ilegal semakin intensif. Namun, garda terdepan adalah konsumen yang cerdas.

Baca Juga :  Batas Keamanan Telemedicine: Kapan Harus ke Dokter Spesialis Tatap Muka dan Kapan Cukup Konsultasi Online?

Masa depan perlindungan konsumen terletak pada konvergensi teknologi dan edukasi. Fitur verifikasi NIE terintegrasi di platform belanja, kampanye literasi digital kesehatan yang masif, serta penegakan hukum yang memberikan efek jera kepada pelaku, menjadi kunci untuk meredam booming berbahaya ini.

Kesimpulannya, di tengah banjir pilihan suplemen online, prinsip utama adalah: “Jika klaimnya terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu tidak benar.” Keamanan harus selalu mengalahkan bujukan iklan. Kewaspadaan dan verifikasi mandiri adalah “suplemen” terbaik yang bisa Anda miliki sebelum membeli produk apa pun untuk kesehatan Anda. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *