LangsungKlik.id – Banyak orang pernah merasakan sensasi seperti sedang diperhatikan ketika berada di tempat yang sepi atau gelap. Meskipun tidak ada siapa pun, rasa was-was itu muncul secara otomatis seolah ada sosok yang mengawasi dari kejauhan. Fenomena ini ternyata bukan gangguan psikologis maupun pengalaman mistis, melainkan reaksi alami dari otak manusia.
Pakar neurosains menjelaskan bahwa otak berevolusi untuk mendeteksi ancaman sejak masa manusia purba. Pada kondisi lingkungan yang gelap, sunyi, atau tidak familiar, sistem kewaspadaan di otak – terutama bagian amygdala – menjadi lebih aktif. Area otak ini bertugas memindai potensi bahaya, sehingga ketika informasi visual dan suara minim, otak mengisi kekosongan itu dengan meningkatkan sensitivitas rasa waspada.
Saat suasana terlalu tenang, otak menafsirkan kondisi tersebut sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diwaspadai. Kekurangan rangsangan sensorik membuat otak bekerja lebih keras untuk menebak ancaman yang mungkin muncul. Inilah sebabnya muncul sensasi seperti sedang diperhatikan, meski sebenarnya tidak ada apa pun di sekitar.
Peneliti juga mengungkap bahwa respons ini merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup. Dengan meningkatkan kewaspadaan, manusia lebih siap bereaksi cepat jika benar-benar ada bahaya, seperti predator atau ancaman fisik pada zaman dahulu. Walaupun kini kita hidup di lingkungan yang relatif aman, mekanisme primitif tersebut tetap aktif dalam situasi tertentu.
Sensasi ini lebih mudah muncul pada orang yang sedang kelelahan, stres, atau berada di tempat asing. Faktor psikologis seperti kurang tidur atau kecemasan juga dapat memperkuat respons kewaspadaan sehingga tubuh lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Fenomena ini menegaskan bahwa perasaan diawasi di tempat sepi adalah respons normal otak, bukan tanda adanya hal supranatural. Dengan memahami mekanismenya, kita dapat lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh rasa takut yang muncul mendadak. (*)
