Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Data Kecelakaan Mengkhawatirkan, PMII Pacitan Minta PJU JLS Segera Dibenahi

Ardi Klik
Data Kecelakaan Mengkhawatirkan, PMII Pacitan Minta PJU JLS Segera Dibenahi
Sunardi, Ketua Cabang PMII Pacitan.

LangsungKlik.id, Pacitan – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan kembali menuai sorotan. Minimnya lampu di sejumlah titik, bahkan masih adanya ruas tanpa penerangan sama sekali, dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya saat malam hari.

Situasi tersebut diperkuat dengan data kecelakaan lalu lintas yang menunjukkan angka cukup tinggi. Sepanjang 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025, tercatat 351 peristiwa kecelakaan. Dari jumlah itu, 28 orang meninggal dunia, 1 orang mengalami luka berat, dan 439 lainnya luka ringan.

Baca Juga :  Longsor Susulan Tutup Total Jalur Lumajang–Malang di Piket Nol, Evakuasi Masih Berlangsung

Sementara itu, pada periode 1 Januari 2026 hingga 21 Februari 2026, terjadi 46 kecelakaan. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang luka berat, dan 51 orang mengalami luka ringan. Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun, puluhan nyawa melayang di jalanan Pacitan.

Minimnya penerangan di sejumlah ruas, terutama di JLS, dinilai menjadi salah satu faktor risiko yang tidak bisa dikesampingkan. Kondisi jalan yang gelap saat malam hari berpotensi meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.

Ketua PC PMII Pacitan, Sunardi, menegaskan bahwa penerangan jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  M.Taufiqur Rahman dan Fatmawati Terpilih Nahkodai PMII Jember 2025–2026

“JLS adalah infrastruktur strategis. Namun ketika malam hari gelap dan lampu banyak yang mati, risiko kecelakaan meningkat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Sunardi, Sabtu (21/2/26).

Ia menekankan bahwa perbaikan serta penambahan lampu di titik-titik rawan perlu segera menjadi perhatian serius. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, harus dibarengi dengan perawatan dan pengawasan yang maksimal agar benar-benar memberi rasa aman bagi pengguna jalan.

“Jangan sampai korban terus bertambah. Jalan yang baik bukan hanya yang mulus, tetapi juga yang terang dan aman dilalui,” tambahnya.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-80, Karnaval Padukuhan Ledokombo Dukuhmencek Padati Jalan Desa

PMII Pacitan berharap ada langkah nyata dan percepatan pembenahan penerangan di JLS. Dengan demikian, masyarakat dapat berkendara lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

“Pacitan tidak boleh kehilangan nyawa hanya karena persoalan penerangan. Ini soal keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *