LangsungKlik.id, Finance – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan meski ekonomi global tengah berada dalam kondisi yang suram. Ketidakpastian global yang dipicu perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, tensi geopolitik, hingga risiko pengetatan kebijakan moneter kembali membayangi pasar dunia. Namun, di tengah tekanan eksternal tersebut, IHSG justru menunjukkan pergerakan positif dan menjadi salah satu indeks yang tetap stabil.
Pelemahan ekonomi global terlihat dari proyeksi pertumbuhan dunia yang melambat, serta meningkatnya risiko dari sektor perdagangan internasional. Kondisi ini membuat banyak pasar saham global bergerak hati-hati. Meski demikian, pasar domestik menunjukkan ketahanan yang berbeda. Penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri, termasuk stabilnya indikator ekonomi domestik dan aliran dana investor yang tetap terjaga.
Ekonomi Indonesia tercatat masih tumbuh solid, didukung konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta aktivitas industri yang tetap terjaga. Daya tahan ini memberikan ruang bagi investor untuk melihat Indonesia sebagai pasar yang lebih stabil dibanding banyak negara lain yang kini menghadapi tekanan lebih berat. Faktor tersebut menjadi penopang IHSG untuk bergerak positif meski sentimen global sedang lemah.
Selain itu, pelaku pasar menilai bahwa Indonesia berada dalam posisi yang cukup resilien, terutama dengan inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang cenderung stabil. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa penguatan IHSG bukan hanya efek jangka pendek, tetapi bagian dari respons investor terhadap solidnya fundamental ekonomi dalam negeri.
Meski kondisi global masih penuh risiko, penguatan IHSG memberikan sinyal bahwa pasar domestik tetap memiliki daya tarik yang kuat. Tren positif ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan eksternal, meski investor tetap disarankan mencermati dinamika global yang bisa berubah kapan saja. (*)
