LangsungKlik.id, Ngawi – Rumah milik penyanyi pop Jawa Denny Caknan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial setelah dijuluki “Pusat COD Ngawi”. Kediaman tersebut kerap dijadikan titik pertemuan transaksi cash on delivery (COD) oleh warga yang melakukan jual beli online. Fenomena ini ramai diperbincangkan karena lokasi rumah dinilai strategis, mudah dikenali, dan sering dijadikan patokan pertemuan.
Julukan Pusat COD Ngawi mencuat setelah sejumlah konten video yang memperlihatkan aktivitas transaksi di sekitar rumah Denny Caknan beredar luas di media sosial. Bahkan, lokasi tersebut sempat ditandai oleh warganet di peta digital. Berbagai transaksi COD dilakukan di tempat itu, mulai dari jual beli ponsel, aksesori, hingga barang kebutuhan sehari-hari.
Rumah Denny Caknan dipilih karena berada di jalur yang mudah diakses serta memiliki tampilan bangunan yang mencolok. Tak hanya warga sekitar, pembeli dan kurir dari luar wilayah Ngawi juga kerap mendatangi lokasi tersebut. Meski ramai, aktivitas COD disebut berlangsung singkat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Menanggapi viralnya rumah yang dijadikan pusat COD, Denny Caknan merespons dengan santai dan humoris melalui sebuah video yang ia unggah pada (21/12/25). Dalam video tersebut, Denny menyatakan tidak mempermasalahkan rumahnya dijadikan titik temu transaksi COD oleh warga.
Dalam pernyataan di video yang sama, Denny Caknan bahkan menawarkan akses WiFi gratis bagi siapa saja yang melakukan COD di sekitar rumahnya. Dengan gaya khas dan logat Jawa, ia menyampaikan, “Monggo seng arep COD, yen paketan e entek, password WiFi wis ready.” Video itu langsung menuai beragam respons positif dari warganet dan semakin menguatkan julukan Pusat COD Ngawi.
Respons Denny Caknan tersebut mendapat banyak apresiasi. Warganet menilai sikap itu mencerminkan kedekatan figur publik dengan masyarakat. Warga sekitar pun menyebut aktivitas COD di lokasi tersebut tidak menimbulkan gangguan berarti.
Viralnya rumah Denny Caknan sebagai pusat COD mencerminkan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengandalkan jual beli online dengan metode pertemuan langsung. Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana ruang pribadi figur publik dapat memiliki fungsi sosial baru di tengah aktivitas digital yang terus berkembang. (*)
