Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Fitur Edit Gambar Grok AI Tuai Kontroversi, Penelanjangan Digital Jadi Ancaman

Hari Yadi
Fitur Edit Gambar Grok AI Tuai Kontroversi, Penelanjangan Digital Jadi Ancaman
Gambar Ilustrasi

LangsungKlik.id – Model kecerdasan buatan Grok milik Elon Musk menuai kecaman luas setelah disalahgunakan untuk membuat konten deepfake bernuansa seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur. Penyalahgunaan ini ramai diperbincangkan di media sosial, seiring munculnya fitur edit gambar yang memungkinkan pengguna memberi perintah seperti “lepaskan bajunya” atau “kenakan bikini padanya”.

Kecaman datang dari berbagai negara, mulai dari Uni Eropa, Inggris, hingga Malaysia. Komisi Eropa menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut secara serius. Juru bicara urusan digital Komisi Eropa, Thomas Regnier, menilai fitur Grok berpotensi melanggar hukum.

“Grok sekarang menawarkan ‘mode panas’ yang menampilkan konten seksual eksplisit, bahkan dalam beberapa kasus melibatkan gambar anak-anak. Ini bukan panas. Ini ilegal. Ini mengerikan,” ujar Regnier, Senin (6/1/2026), dikutip dari AFP.
“Ini tidak boleh ada di Eropa,” tambahnya.

Baca Juga :  Memahami Peran GEO dalam Ekosistem AI Modern

Di Inggris, regulator media Ofcom mengaku telah menghubungi pihak X dan xAI untuk meminta penjelasan terkait langkah perlindungan pengguna. Ofcom menyatakan akan menentukan ada tidaknya pelanggaran setelah menerima klarifikasi resmi.

Gelombang protes juga datang dari kawasan Asia. Di Malaysia, pengacara Azira Aziz mengecam keras penggunaan Grok setelah melihat fotonya diubah menjadi versi berbikini tanpa izin.

“Penggunaan AI yang polos dan main-main seperti memasangkan kacamata hitam pada tokoh publik tidak masalah,” kata Azira kepada AFP.
“Tetapi kekerasan berbasis gender yang menggunakan AI sebagai senjata terhadap perempuan dan anak-anak tanpa persetujuan harus ditentang dengan tegas,” ujarnya.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia menyatakan keprihatinan atas beredarnya konten yang dinilai “tidak senonoh dan sangat menyinggung” di platform X, serta memastikan tengah melakukan penyelidikan dan akan memanggil perwakilan X.

Baca Juga :  Fatmawati Tegaskan Keadilan Ekologis dan Gerakan Perempuan Kopri Jember sebagai Sebuah Peta Jalan

Kritik juga datang dari kalangan pengguna X sendiri. Ashley St Clair, ibu dari salah satu anak Elon Musk, mengungkap kemarahannya setelah foto masa kecilnya disebut telah dimanipulasi oleh Grok.

“Grok sekarang menelanjangi foto saya saat masih kecil. Ini benar-benar mengerikan, ilegal,” tulisnya di akun X.

Di Perancis, kejaksaan Paris memperluas penyelidikan terhadap platform X untuk memasukkan dugaan penyebaran pornografi anak yang melibatkan Grok. Penyelidikan ini merupakan kelanjutan dari investigasi sejak Juli 2025 terkait dugaan manipulasi algoritma X. Sementara itu, pemerintah India memberi tenggat 72 jam kepada X untuk menghapus konten bermasalah dan melaporkan tindakan yang telah diambil, meski hingga awal Januari 2026 belum ada kejelasan respons resmi.

Baca Juga :  Mengoptimalkan Aplikasi Fintech Syariah: Panduan dari Pinjaman hingga Investasi Sesuai Prinsip

Menanggapi kritik tersebut, pihak xAI hanya memberikan balasan singkat kepada AFP berupa pesan otomatis, “Kebohongan Media Lama.” Namun, melalui akun resminya di X, Grok menyatakan sedang melakukan perbaikan sistem.

“Kami telah mengidentifikasi celah dalam pengamanan dan segera memperbaikinya,” tulis Grok.
“CSAM (Materi Pelecehan Seksual Anak) adalah ilegal dan dilarang,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Grok juga sempat meminta maaf karena menghasilkan gambar AI bernuansa seksual dari dua gadis muda berusia sekitar 12–16 tahun. Kontroversi ini menambah daftar kritik terhadap Grok, yang sebelumnya juga disorot karena menyebarkan informasi menyesatkan terkait sejumlah peristiwa global. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement
Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *