Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Harga Bitcoin Melemah Dipicu Tekanan Makro dan Aksi Jual Investor Besar

Langsungklik.id
Harga Bitcoin Melemah Dipicu Tekanan Makro dan Aksi Jual Investor Besar

LangsungKlik.id, Finance – Harga Bitcoin kembali bergerak di zona merah dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini dipicu kombinasi tekanan makro global, arus keluar dari ETF kripto, hingga aksi jual pemegang besar (whale). Kondisi tersebut membuat Bitcoin sempat tertekan di bawah level psikologis US$90.000 pada pertengahan November.

Pelemahan terjadi setelah pasar melihat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin mengecil. Investor yang sebelumnya berharap likuiditas longgar kini menahan diri, sehingga minat terhadap aset berisiko menurun. Di saat yang sama, arus keluar dari ETF Bitcoin meningkat dan memperbesar tekanan jual di pasar spot.

Baca Juga :  Pemerintah Kenakan Pajak untuk Merchant E-Commerce, Ini Tujuan dan Dampaknya

Sejumlah analis global mencatat bahwa penurunan Bitcoin juga berkaitan dengan aksi ambil untung dari investor institusional. Data on-chain menunjukkan aliran masuk Bitcoin ke exchange meningkat, sebuah tanda bahwa pemegang besar mulai melepas sebagian portofolionya. Kondisi ini memicu likuidasi posisi margin di pasar derivatif ketika harga menembus support kuat.

Tekanan teknikal turut memperburuk situasi. Harga yang jatuh di bawah MA50 dan MA200 membuat sinyal bearish menguat, sementara level psikologis US$100.000 yang patah mempercepat aksi jual otomatis dan algoritmik. Sentimen pasar kripto kini berada di zona “extreme fear”, menandakan pelaku pasar berhati-hati menghadapi volatilitas tinggi.

Baca Juga :  Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Diprediksi Bisa Sentuh Rp 23 Miliar per Keping

Meski dalam tren koreksi, beberapa analis menilai peluang pemulihan tetap terbuka apabila The Fed memberikan sinyal dovish atau aliran dana kembali masuk ke aset digital. Namun dalam jangka pendek, pasar masih dihadapkan pada ketidakpastian global yang berpotensi menekan harga Bitcoin lebih lama.

Penurunan harga ini menunjukkan betapa sensitifnya Bitcoin terhadap dinamika ekonomi global, tekanan teknikal, dan perilaku investor besar. Pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter serta pergerakan arus investasi institusional untuk menilai arah pergerakan kripto selanjutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *