LangsungKlik.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Rabu (7/1/2026). IHSG naik 12,64 poin atau 0,14 persen ke level 8.946,25, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) secara intraday.
Sepanjang sesi I, pergerakan IHSG berada di kisaran 8.925 hingga 8.970. Level ini melampaui rekor intraday sebelumnya yang tercatat pada Selasa (6/1/2026) di posisi 8.940. Pada perdagangan kemarin, IHSG juga menorehkan rekor penutupan tertinggi di level 8.933,6.
Di tengah penguatan indeks, empat saham tercatat melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan masuk dalam jajaran top gainers. Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah BSIM, yang pergerakannya melesat signifikan pada sesi I.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume transaksi pada sesi I mencapai 42,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp21,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.732.717 kali transaksi.
Dari sisi pergerakan saham, 346 saham menguat, 325 saham melemah, dan 135 saham bergerak stagnan hingga penutupan sesi I.
Secara sektoral, terdapat lima sektor yang mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 3,2 persen, disusul sektor perindustrian yang naik 1,92 persen, energi menguat 1,31 persen, barang konsumsi non primer naik 0,94 persen, serta properti menguat 0,23 persen.
Sementara itu, pelemahan terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 0,64 persen, diikuti sektor teknologi melemah 0,32 persen, transportasi turun 0,31 persen, barang konsumsi primer terkoreksi 0,28 persen, dan keuangan melemah 0,17 persen.
Dari bursa Asia, pergerakan indeks cenderung bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,12 persen, sementara Nikkei Jepang melemah 1,24 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai menguat 0,21 persen, dan Straits Times Singapura naik tipis 0,09 persen. (*)
