LangsungKlik.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level psikologis 9.000 pada perdagangan intraday, Kamis (8/1/2026) pukul 10.02 WIB. Penguatan indeks terjadi di tengah aktivitas transaksi yang padat serta kehati-hatian investor menunggu rilis realisasi APBN 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.02 WIB IHSG tercatat naik 57,03 poin atau 0,64% ke level 9.001,84. Tercatat 363 saham menguat, 301 saham melemah, dan 294 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp9,71 triliun dengan volume 17,94 miliar saham dalam 1,39 juta kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp16.434 triliun.
Sejumlah saham mendominasi perdagangan pagi ini. Bumi Resources (BUMI) mencatat nilai transaksi sekitar Rp1,7 triliun, disusul Alamtri Resources Indonesia (ADRO) sebesar Rp1,55 triliun. Aktivitas transaksi pada saham-saham tersebut menjadi salah satu penopang pergerakan IHSG.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati agenda konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 yang akan disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis siang pukul 13.30 WIB. Paparan tersebut akan mengungkap realisasi penuh APBN 2025, mulai dari pendapatan negara, belanja, hingga defisit anggaran.
Investor juga menyoroti potensi defisit APBN yang dikhawatirkan mendekati target. Hingga November 2025, defisit APBN tercatat Rp560,3 triliun atau sekitar 2% terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati target 2,48% dari PDB. Selain itu, realisasi penerimaan pajak serta belanja prioritas seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG), subsidi, dan bantuan sosial turut menjadi perhatian.
Dari eksternal, pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi menyusul tekanan dari Wall Street akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Harga minyak dunia juga tertekan seiring kekhawatiran peningkatan pasokan global.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Investor disarankan tetap mencermati data makroekonomi dan bersikap selektif di tengah potensi volatilitas pasar. (*)
