Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

IHSG Tembus Level 8.644 di Akhir Tahun 2025, Saham Konglomerat Jadi Penopang Utama

Langsungklik.id
IHSG Tembus Level 8.644 di Akhir Tahun 2025, Saham Konglomerat Jadi Penopang Utama
Ilustrasi, Gambar : Freepik.

LangsungKlik.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepanjang tahun 2025 dengan performa impresif. Pada penutupan akhir tahun, IHSG tercatat menguat 1,25% dan berhasil menembus level psikologis baru di angka 8.644, mencerminkan optimisme pasar modal Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Meski volume transaksi di pekan terakhir perdagangan relatif terbatas akibat libur Natal dan Tahun Baru, pergerakan IHSG tetap menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Aksi profit taking sempat mewarnai perdagangan, namun tekanan jual tersebut berhasil diredam oleh masuknya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Analis pasar mencatat, penguatan IHSG sepanjang 2025 sangat ditopang oleh kinerja saham-saham konglomerat. Emiten-emiten milik kelompok usaha besar menjadi motor utama penggerak indeks. Tanpa kontribusi saham konglomerasi tersebut, IHSG diperkirakan hanya mampu bertahan di kisaran level 6.500, jauh di bawah capaian saat ini.

Baca Juga :  IHSG Menguat, Empat Saham Melonjak hingga Auto Rejection Atas

Dari sisi fundamental, kinerja pasar saham Indonesia juga tidak lepas dari kondisi ekonomi nasional yang relatif resilien. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan global yang cukup berat, mulai dari ketegangan geopolitik hingga kebijakan perdagangan internasional.

Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi sempat melambat ke level 4,87%, berada di bawah ambang psikologis 5%. Perlambatan ini dipicu meningkatnya ketidakpastian global serta kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada April 2025. Kebijakan tersebut sempat menekan sentimen pasar keuangan dan perdagangan internasional.

Baca Juga :  IHSG Sentuh 9.000 di Tengah Padatnya Transaksi dan Sentimen APBN

Namun, kondisi mulai membaik pada kuartal II-2025. Pertumbuhan ekonomi kembali menguat ke level 5,12%, didorong oleh solidnya konsumsi domestik dan peningkatan realisasi investasi. Memasuki kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi tetap terjaga stabil di kisaran 5,04%, menunjukkan daya tahan ekonomi nasional.

Sektor konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi sekitar 53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Stabilnya konsumsi ini turut menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah pasar saham domestik.

Menatap tahun 2026, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati. Isu pelemahan daya beli masyarakat yang muncul sepanjang 2025 menjadi perhatian utama. Investor kini mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember serta Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur sebagai indikator awal arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi di awal 2026.

Baca Juga :  Fauzan Ansori Terpilih Jadi Ketua Ranting GP Ansor Ambulu 2025-2027

Dengan fondasi ekonomi yang relatif stabil dan dukungan saham-saham unggulan, IHSG diharapkan tetap memiliki ruang untuk bergerak positif, meski risiko global dan domestik masih perlu diantisipasi secara cermat. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *