Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1,3%, Saham Perbankan Jadi Pemicunya

Langsungklik.id
IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1,3%, Saham Perbankan Jadi Pemicunya
Gambar Ilustrasi

LangsungKlik.id, Finance – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok tajam 1,3% ke level 8.587,49 pada perdagangan Kamis (11/12/2025) sore, setelah sesi pertama ditutup melemah sekitar 0,3%. Pelemahan tersebut terutama ditopang oleh aksi jual di saham-saham perbankan besar, mendorong mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia dalam zona merah.

Tekanan jual meluas, dengan 547 saham melemah, 187 saham menguat, dan 223 saham stagnan di akhir sesi perdagangan. Di antara saham yang melemah signifikan adalah bank-bank jumbo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, yang masing-masing turun dalam rentang 1% hingga 2%.

Baca Juga :  IHSG Menguat, Empat Saham Melonjak hingga Auto Rejection Atas

Anjloknya IHSG kali ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. Sentimen terbesar datang dari keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Walau pemangkasan suku bunga umumnya dipandang positif — terutama karena dapat menarik aliran dana asing masuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia — dalam jangka pendek hal ini justru memicu reaksi jual pada saham perbankan domestik.

Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi yang ketiga sepanjang 2025, memicu dinamika pasar global yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menentukan arah investasi. Akhirnya, bukannya membeli setelah kabar suku bunga turun, pelaku pasar lebih dulu mengunci keuntungan, terutama di sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga seperti perbankan.

Baca Juga :  IHSG Cetak Rekor Baru, Naik 9 Hari Beruntun dan Dekati Level 7.290

Tekanan pasar hari ini menunjukkan bahwa ketidakpastian sentimen global, termasuk langkah kebijakan moneter di AS, masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan IHSG meskipun ada ekspektasi potensi aliran modal asing masuk dalam jangka menengah.

Sebagai catatan, sementara IHSG turun tajam sore ini, pasar keuangan Indonesia sebelumnya mencatat penguatan rupiah terhadap dolar AS, yang mencerminkan respons beragam dari pelaku pasar terhadap kondisi makroekonomi global dan domestik.

Pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh aksi jual di saham perbankan yang dipicu oleh reaksi pasar terhadap keputusan The Fed memangkas suku bunga. Meskipun langkah itu dipandang bisa menguntungkan dalam jangka panjang, dalam jangka pendek sentimen pasar masih berhati-hati terhadap risiko volatilitas global dan domestik yang dapat memengaruhi arus investasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *