LangsungKlik.id,Kedungbendo – Tari Jengglur merupakan tari khas dari Kabupaten Pacitan yang menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat dalam menjalani kehidupan. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial, mencerminkan kebersamaan, semangat gotong royong, serta rasa terima kasih atas limpahan rezeki dan hasil bumi.
Melalui program pembelajaran berbasis budaya lokal, siswa sekolah dasar di Desa Kedungbendo dikenalkan pada Tari Jengglur sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN KKN STKIP PGRI Pacitan Kelompok 20 yang bertujuan menanamkan nilai budaya sekaligus membangun rasa percaya diri siswa.
Latihan dilaksanakan secara rutin di posko dengan penuh semangat. Anak-anak belajar disiplin hadir tepat waktu, mengikuti arahan pelatih, serta saling mendukung agar gerakan terlihat kompak dan harmonis. Nilai kerja sama dan gotong royong menjadi bagian penting dalam proses latihan.
Hasil dari pembelajaran ini akan dipentaskan secara resmi dalam acara launching program kerja revitalisasi Pasar Wage Desa Kedungbendo. Penampilan siswa dalam acara tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pesan bahwa generasi muda siap menjaga dan melestarikan budaya daerahnya. Tari Jengglur menjadi pembuka yang penuh makna sebagai wujud syukur, semangat kebersamaan, dan harapan akan kemajuan Desa Kedungbendo melalui revitalisasi Pasar Wage.
Dengan demikian, pembelajaran Tari Jengglur tidak sekadar kegiatan seni, tetapi menjadi media pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya lokal bagi siswa sekolah dasar. Melalui panggung Pasar Wage, budaya dan pendidikan bersatu dalam semangat syukur dan kebersamaan masyarakat Pacitan.
Program kerja ini dilaksanakan di bawah tanggung jawab: Dinda, Zanuar, dan Farhan sebagai penanggung jawab utama kegiatan pembelajaran Tari Jengglur dalam program revitalisasi budaya lokal Desa Kedungbendo.(*)







