Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Pertegas Eksistensi di Basis Santri, PC IPNU IPPNU Pacitan Dirikan PKPP Nahdlatussubban sebagai Laboratorium Kaderisasi

Gilang Pratama
Pertegas Eksistensi di Basis Santri, PC IPNU IPPNU Pacitan Dirikan PKPP Nahdlatussubban sebagai Laboratorium Kaderisasi
dok. IPNU IPPNU Pacitan

LangsungKlik.id, Pacitan – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pacitan terus memperkuat eksistensinya di basis pesantren. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) IPNU IPPNU di Pondok Pesantren Nahdlatussubban, Pacitan.

Pembentukan PKPP ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan kaderisasi IPNU IPPNU, sekaligus menjadikan pesantren sebagai laboratorium pembentukan kader santri yang unggul secara spiritual, intelektual, dan organisatoris. Peresmian PKPP dirangkaikan dengan kegiatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) yang diikuti para santri dan santriwati Nahdlatussubban.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. MAKESTA tidak hanya menjadi gerbang awal keanggotaan IPNU IPPNU, tetapi juga menandai dimulainya kolaborasi antara struktur organisasi pelajar NU dengan sistem pendidikan pesantren yang telah mengakar kuat.

Baca Juga :  Air Dingin Terasa Jauh Lebih Nikmat, Ternyata Ada ‘Pemicu Rahasia’ di Tenggorokan

Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatussubban, Gus Zain, menyambut baik kehadiran IPNU IPPNU di lingkungan pesantren. Ia menilai organisasi pelajar NU tersebut dapat menjadi pelengkap penting dalam membentuk karakter santri yang tangguh dan siap terjun ke masyarakat.

“Pesantren adalah akar, dan organisasi adalah sayap. Dengan adanya IPNU IPPNU di Nahdlatussubban, saya berharap santri bisa terbang lebih tinggi, wawasannya lebih luas, namun akarnya tetap kuat menghujam ke bumi pesantren. Jangan sampai santri gagap saat terjun ke masyarakat nanti,” pesan Gus Zain.

Ketua PC IPNU Pacitan, Imam Sodiqin, menekankan pentingnya peran santri dalam merespons isu-isu strategis, termasuk di ruang publik digital. Menurutnya, santri memiliki modal akhlak dan nilai keislaman yang kuat untuk menjadi agen perubahan.

Baca Juga :  Harga Pangan Jawa Timur Naik: Beras Premium Rp14.942/kg, Bawang Merah Tembus Rp39.135/kg

“Santri itu punya bekal akhlak yang luar biasa. Lewat IPNU, kita arahkan potensi itu agar lebih terorganisir. Kita ingin santri Nahdlatussubban tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi pemain aktif yang mengisi ruang publik dengan narasi Islam yang sejuk dan moderat,” ujar Imam.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Pacitan, Rekanita Yayuk, menyoroti pentingnya penguatan soft skills dan kemandirian santriwati di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

“IPPNU di pesantren ini akan menjadi wadah bagi santriwati untuk melatih kepercayaan diri. Kami akan mendorong program-program kreatif yang mampu mengasah bakat dan kepemimpinan, sehingga santriwati Nahdlatussubban bisa tampil berani dan cerdas dalam menjawab tantangan era modern,” pungkasnya.

Baca Juga :  MUI Jatim Haramkan Sound Horeg Jika Ganggu Kesehatan dan Kenyamanan Warga

Pendirian PKPP IPNU IPPNU di Pondok Pesantren Nahdlatussubban ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat basis kaderisasi di akar rumput. Integrasi nilai-nilai pesantren dengan dinamika organisasi diharapkan mampu melahirkan kader pelajar NU yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki loyalitas kuat terhadap agama, organisasi, dan bangsa. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *