Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Program Mlijo Cinta Diluncurkan, Pemkab Jember Bagikan 2.500 Gerobak untuk UMKM dan PKL

Langsungklik.id
Program Mlijo Cinta Diluncurkan, Pemkab Jember Bagikan 2.500 Gerobak untuk UMKM dan PKL
Bupati Jember Gus Fawait menyerahkan gerobak Mlijo Cinta kepada pelaku UMKM saat peluncuran program, Rabu (31/12/25). Gambar : Diskominfo Jember

LangsungKlik.id, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan sebanyak 2.500 gerobak dan rombong Mlijo Cinta kepada pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di 24 kecamatan. Program tersebut diluncurkan di Jalan Sudarman, Jember, pada, Rabu (31/12/25), sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan sektor informal.

Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa peluncuran gerobak dan rombong ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat kecil.

“Pada prinsipnya, program ini adalah bentuk keberpihakan nyata Pemerintah Kabupaten Jember kepada para pelaku UMKM, PKL, dan sektor informal. Kita tahu, setiap kali krisis melanda, ekonomi sektor informal selalu menjadi penyangga utama,” ujar Gus Fawait, sebagaimana dikutip dari Diskominfo Jember.

Baca Juga :  Defisit APBD Jember 2025 Melonjak 90%, Gus Fuad Minta Eksekutif Evaluasi Belanja dan Dongkrak PAD

Antusiasme masyarakat terhadap program Mlijo Cinta terbilang tinggi. Jumlah pendaftar dilaporkan melebihi kuota yang tersedia, menandakan bahwa bantuan sarana usaha ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha kecil di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

Selain penyaluran gerobak dan rombong, Gus Fawait juga menegaskan bahwa program Mlijo Cinta tidak berhenti pada pemberian bantuan fisik. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pendukung, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi sertifikasi halal, pendampingan BPOM untuk keamanan pangan, hingga pengurusan legalitas usaha seperti NIB dan PIRT. Pemkab Jember juga tengah merancang kebijakan subsidi bunga kredit UMKM.

Baca Juga :  Ribuan Honorer Jember Terancam Tak Terima Honor Mulai Agustus 2025

Dalam kesempatan yang sama, Gus Fawait menyoroti pentingnya kebersihan dan ketertiban kota. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Jember sedang menyiapkan konsep Food Street sebagai proyek percontohan penataan PKL. Food Street pertama direncanakan berlokasi di Jalan Kartini, dengan jam operasional pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, khusus bagi pedagang makanan dan minuman.

Penempatan gerobak telah dipetakan secara detail. Satu kawasan Food Street diproyeksikan menampung sekitar 148 pedagang, sementara sisanya akan diarahkan secara bertahap ke kawasan lain seperti Wijaya Kusuma dan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Penataan PKL ini dilakukan secara kolaboratif, melibatkan DPRD Kabupaten Jember, unsur Forkopimda, serta instansi vertikal seperti Polres, Kejaksaan, dan TNI.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, Sartini, menjelaskan bahwa distribusi gerobak dan rombong dilakukan melalui kecamatan dengan data penerima yang telah diverifikasi. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan transparan.

Baca Juga :  Parade 9 Kebudayaan Daerah Warnai Jember Fashion Carnival 2025

Melihat tingginya kebutuhan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan penambahan gerobak dan rombong akan kembali dilakukan pada tahun 2026. Fokus penyaluran selanjutnya akan menyasar wilayah dengan konsentrasi PKL tinggi, seperti Rambipuji, Tanggul, Balung, Jenggawah, Ambulu, dan kawasan lainnya.

Melalui program Mlijo Cinta, Pemkab Jember menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil, mendorong penataan kota yang berkeadilan, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jember. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *