LangsungKlik.id, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi mencoret Mauro Zijlstra dari skuad Garuda jelang laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria. Keputusan ini diambil pada Minggu (29/3/2026) akibat kondisi cedera yang dialami sang pemain usai pertandingan sebelumnya.
Zijlstra tidak dapat melanjutkan turnamen setelah mengalami benturan saat laga kontra Saint Kitts and Nevis. Cedera tersebut membuat tim pelatih memilih tidak mengambil risiko dengan tetap memainkannya di partai puncak.
Cedera Jadi Alasan Utama Pencoretan
Penyerang muda tersebut sebelumnya tampil cukup menjanjikan, bahkan sempat mencetak gol dalam laga sebelumnya. Namun, cedera yang dialaminya dinilai cukup serius dan masih berkaitan dengan kondisi pemulihan sebelumnya.
Keputusan pencoretan pun diambil demi menjaga kondisi pemain agar tidak semakin parah. Dengan jadwal padat dan intensitas pertandingan tinggi, tim medis dan pelatih sepakat bahwa Zijlstra perlu fokus pada pemulihan.
Jens Raven Dipanggil, Berpeluang Debut
Sebagai pengganti, Jens Raven resmi dipanggil masuk skuad. Pemain muda ini sebelumnya sudah masuk dalam daftar pemain yang didaftarkan, sehingga pergantian dapat dilakukan sesuai regulasi.
Raven bahkan sudah bergabung dalam sesi latihan bersama tim dan berpeluang menjalani debut bersama timnas senior pada laga melawan Bulgaria.
Kehadirannya di lini depan diharapkan mampu menjaga daya gedor Timnas Indonesia meski kehilangan Zijlstra. Ia juga menjadi opsi tambahan bagi Herdman dalam meracik strategi menghadapi lawan yang lebih kuat.
Laga Final Jadi Ujian Sesungguhnya
Pertandingan melawan Bulgaria menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Setelah tampil meyakinkan di laga sebelumnya, skuad Garuda kini ditantang untuk mempertahankan performa terbaiknya di partai final.
Absennya Zijlstra memang menjadi kehilangan, tetapi masuknya Raven membuka peluang baru sekaligus memberi warna berbeda di lini serang. Dengan kombinasi pemain muda dan pengalaman yang ada, Timnas Indonesia tetap memiliki peluang untuk meraih hasil maksimal.
Situasi ini juga menunjukkan dinamika skuad yang fleksibel, di mana setiap pemain harus siap kapan saja diberi kesempatan. Laga final kontra Bulgaria pun akan menjadi panggung pembuktian, baik bagi tim secara keseluruhan maupun bagi pemain baru seperti Raven. (*)






