Bahaya Dominasi Karnaval Desa Terhadap Jember Fashion Carnaval

M. Yusril Faizi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
M. Yusril Faizi (Jurnalis)
M. Yusril Faizi
M. Yusril Faizi Jurnalis

LangsungKlik.id, Jember – Masyarakat Kabupaten Jember tentu sudah tidak asing dengan agenda karnaval, justru acara begitulah yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Entah untuk turut berpartisipasi atau ikut menyaksikan. apalagi dengan festival tahunan yang selalu diadakan oleh Pemerintah Kabupatennya, dengan nama “Jember Fashion Carnaval” JFC, sudah lumrah bukan. Karenanya, Jember selalu dikenal sebagai kota karnaval secara nasional maupun internasional.

Karnaval merupakan ajang festival budaya yang selalu digelar dalam acara-acara besar, umumnya di hari istimewa. Seperti, hari kemerdekaan, tahun baru dan hari euforia lainnya. Saking pekatnya dengan karnaval, agenda ini tidak hanya ada di Jember kota, melainkan mengakar di setiap desa pun mengadakan acara yang sama. Jadi bisa saja dianggap kudet (kurang update), bila ada orang Jember yang tidak tahu-menahu soal karnaval.

Bila diamati, biasanya partisipatornya selalu menggunakan pakaian adat, mulai dari identitas Sabang sampai Merauke tak pernah ada yang tertinggal, semua dapat bagian. Sehingga sudah jelas, yang menjadi ciri utama dari acara ini adalah ajang pengenalan dan pelestarian budaya di Indonesia. Tapi, ini beberapa tahun lalu bagaimana karnaval di desa.

Advertisement
Baca Juga :  Rasisme di X, Konflik SEAblings–Korea Selatan, dan Nasionalisme Digital yang Salah Arah

Jangan pernah samakan bagaimana karnaval di kota dan di desa. Sepintas memaknai agenda tersebut memang sama, tetapi secara nilai sangatlah berbeda. Tidak asal menyimpulkan, karena JFC tersebut sangat bergengsi dan didanai oleh Pemkab Jember. Jadi sangat wajar bila dibandingkan lebih mewah daripada karanval di desa. Namun secara nilai, keduanya tetap sama menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Inilah yang patut diapresiasi bersama.

Namun seiring berjalannya waktu, ada pergesaran corak budaya karnaval, sering kali terlihat saat karnaval di beberapa desa, seperti di Kecamatan Ambulu, Wuluhan, Kencong, Puger dan masih banyak lainnya. Entah mengapa, dahulu rentetan barisan tersebut diisi oleh beragamnya pakaian adat. Justru saat ini tampak hanya sound besar diatas truck yang terangkut berbaris dengan rapi, serta diiringi dancer/penjoget yang tak henti menari-nari hingga karnaval usai.

Pakaian dari pesertanya pun tidak mengandung unsur adat, justru yang terlihat mata, hanya pakaian kolor ketat dan kaos warna-warni menyesuaikan tim. Padahal beberapa tahun lalu, kelompok disesuaikan dengan pulau-pulau di Nusantara. Saat ini setiap kelompok membawa sound yang siap diadu bunyinya.

Baca Juga :  Banjir di Jember: Kegagalan Mitigasi Bencana dan Tata Ruang yang Tak Kunjung Beres

Jika dihitung-hitung, saat ini karnaval desa tidak bisa dianggap remeh, anggarannya. yang biasanya bisa diikuti seluruh lapisan masyarakat, dengan menggunakan pakaian adat sederhana. Kini pakaian yang dikenakan terlihat jauh lebih simpel, peserta cukup menggunakan kolor ketat dan kaos tim, yang penting bisa joget sambil jalan ke garis finish. Namun bukan itu yang membuatnya mahal, melainkan biaya dari setiap sound system yang disewa setiap kelompok. Usut punya usut setiap seperangkat alat sound system harganya sangat fantastis, dengan kisaran rata-rata 40 sampai 60 juta rupiah, bahkan sampai lebih. Tidak kalah saing dengan anggaran JFC yang ada di kota.

Untuk menjadi pesertanya pun tidak bisa semua kalangan masysrakat. Melainkan hanya yang mampu iuran saja. Entah berapa iurannya, yang pasti sangat mahal, tidak mungkin dibawah 500 ribu rupiah. Tapi mengapa ini sangat umum terjadi, sudah secara esensi budaya tidak ada, mahal pula untuk turut serta. Sekilas hanya buang-buang waktu, tenaga dan materi. Sudah tidak membudayakan pelestarian adat di Nusantara, musik dari soundnya pun sangat keras dan tidak enak didengar.

Advertisement
Baca Juga :  PC PMII Jember Mengecam Keras Krisis Etika DPRD kabupaten jember

Sangat disayangkan bila karnaval di desa harus berubah jadi seperti ini. Seharusnya budaya ini tidak hanya sebatas dimaknai “karnaval”. Karena ada nilai yang mesti dijaga dalam agenda tahunan seperti ini. Berbicara mengenai inovasi dan kemajuan pun mau dilihat dari segi yang mana. Sudah esensinya bergeser, mau berpartisipasi juga tidak mudah bagi semua orang.

Yang ditakutkan adalah, ketika budaya karnaval desa sekarang berhasil mendominasi seluruh desa di kabupaten Jember. Maka tentunya akan mempengaruhi juga bagaimana konsep karnaval di kota. Coba bayangkan JFC yang atensinya sudah internasional karena inovasi fashionnya yang progresif, bakal hilang karena sound system. Sehingga tidak cocok dinamakan Jember Fashion Carnaval lagi, karena esensinya yang juga sudah menghilang jadi Battle Sound. Dan satu lagi, tidak penting seberapa adat pakaianmu, yang penting bisa joget di belakang sound. Sungguh sangat kacau.

Advertisement

 

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
M. Yusril Faizi
M. Yusril Faizi
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement