Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

Dari Dapur Tradisional ke Pasar Digital: Semprong Kedunggrombyang Tembus Era Online

Gilang Pratama
Dari Dapur Tradisional ke Pasar Digital: Semprong Kedunggrombyang Tembus Era Online
Wajah optimis Bapak Sudirman saat menunjukkan produk kue semprongnya yang baru saja didokumentasikan untuk keperluan pemasaran online.

Langsungklik.id,Pacitan – Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui transformasi digital terus digalakkan di Desa Kedungbendo. Kecamatan Arjosari, Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program digitalisasi UMKM kue semprong

milik Bapak Dirman yang berlokasi di Dusun Kedunggrombyang. Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.

UMKM kue semprong Bapak Dirman dikenal sebagai salah satu usaha rumahan yang konsisten memproduksi camilan tradisional dengan cita rasa khas. Produk yang ditawarkan memiliki tiga varian rasa, yaitu original, jahe, dan wijen. Ketiganya dibuat dengan bahan pilihan serta proses produksi yang menjaga kualitas dan kelezatan.

Baca Juga :  Kontroversi Lagu "Hunting Soul", Insert Song Dandadan Diduga Jiplak Lagu X Japan

Melalui program digitalisasi ini, dilakukan pendampingan dalam pembuatan identitas merek, dokumentasi produk yang lebih menarik, serta pemanfaatan media sosial dan platform pemasaran digital untuk promosi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk tidak hanya di lingkungan desa, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.

Digitalisasi UMKM menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan pasar modern. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi promosi, memperluas jaringan pelanggan, serta memperkuat branding produk lokal agar lebih dikenal masyarakat.

Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya di Desa Kedungbendo untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga kelestarian produk tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *