LangsungKlik.id, Malang – Ketika sebagian besar masyarakat telah beristirahat menikmati malam, semangat pengabdian justru masih menyala di kalangan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ngajum. Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah pengurus PAC GP Ansor Ngajum bersama anggota berkumpul di kediaman Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngajum, Muhibulloh, untuk menggelar musyawarah persiapan Kemah Bakti GP Ansor Kabupaten Malang.
Musyawarah tersebut membahas berbagai kebutuhan dan persiapan menghadapi Kemah Bakti GP Ansor Kabupaten Malang yang akan dilaksanakan pada 4–5 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al Munawariyah, Bululawang.

Suasana rapat berlangsung sederhana. Tidak ada ruang pertemuan berpendingin udara maupun hidangan mewah yang tersaji di atas meja. Para peserta hanya duduk beralaskan tikar dengan suguhan air putih, kopi, dan rokok seadanya. Namun, kesederhanaan itu sama sekali tidak mengurangi kualitas pembahasan yang berlangsung.
Berbagai gagasan mengalir selama musyawarah berlangsung. Diskusi berjalan hangat, penuh canda dan keakraban, tetapi tetap produktif. Satu per satu ide disampaikan demi menyukseskan kegiatan yang menjadi agenda besar GP Ansor Kabupaten Malang tersebut.
Musyawarah malam itu bukanlah forum yang membahas proyek besar, proposal bernilai fantastis, ataupun anggaran miliaran rupiah. Yang dibicarakan justru bagaimana mempersiapkan kegiatan kepemudaan yang diharapkan memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat luas.
Di tengah berbagai pemberitaan nasional yang belakangan ramai membahas dugaan penyalahgunaan anggaran oleh sejumlah pejabat publik, para kader Ansor Ngajum justru berkumpul untuk memikirkan cara menggalang iuran sukarela dari kantong pribadi masing-masing agar dapat membantu pembiayaan peserta yang akan mengikuti Kemah Bakti. Semangat gotong royong dan swadaya menjadi nilai yang terus dijaga dalam setiap kegiatan organisasi.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut adalah peserta Kemah Bakti akan didelegasikan dari setiap ranting GP Ansor se-Kecamatan Ngajum. Dengan mekanisme tersebut diharapkan seluruh ranting dapat ikut berpartisipasi dan terlibat aktif dalam kegiatan tingkat kabupaten tersebut.
Selain itu, seluruh kader Ansor dan Banser di Kecamatan Ngajum juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi melalui iuran sukarela sesuai kemampuan masing-masing guna membantu pembiayaan peserta yang akan mewakili Kecamatan Ngajum.
Tidak hanya membahas Kemah Bakti, rapat juga diisi dengan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Banser. Program tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan bagi kader yang selama ini aktif menjalankan tugas sosial, kemasyarakatan, maupun pengamanan berbagai kegiatan organisasi.
Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kader Banser diharapkan memperoleh perlindungan apabila mengalami risiko kerja saat menjalankan tugas organisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengurus mendorong seluruh anggota untuk mengikuti program tersebut sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan jaminan perlindungan bagi para kader.
Musyawarah malam itu pada akhirnya bukan hanya membahas persiapan sebuah kegiatan. Lebih dari itu, pertemuan sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa semangat pengabdian kepada organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara masih tumbuh di tengah para pemuda.
Tanpa kemewahan dan tanpa fasilitas istimewa, mereka tetap menyempatkan waktu untuk bermusyawarah, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik demi keberlangsungan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Barangkali memang demikian watak kader Ansor dan Banser. Mereka hadir bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan terus berupaya berkhidmat di tengah masyarakat. Di sela kesibukan masing-masing, mereka masih meluangkan waktu untuk berkumpul, memperkuat persaudaraan, serta menjaga semangat gotong royong agar manfaat organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (Red.Ansor Ngajum/*)







