LangsungKlik.id, Pacitan, Kamis, 5 Maret 2026 – Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Kelompok 24 melaksanakan program kerja kelompok berupa kegiatan Revitalisasi Budaya melalui Ngaji Sejarah Simbah K.H. Abdul Manan Dipomenggolo yang bertempat di Desa Semanten, Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menggali kembali nilai-nilai sejarah lokal sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKN yang beranggotakan Dimas Ananda Aulia, Yunanda Septi Avidza, dan Wahyuning Eka Cahyani. Program tersebut bertujuan untuk menggali kembali nilai sejarah, ketokohan, serta perjuangan ulama lokal yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam dan kehidupan sosial masyarakat di Desa Semanten.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menghadirkan M. Nasyiin, selaku takmir Masjid Baitul Milah Desa Semanten, sebagai narasumber utama. Melalui forum “ngaji sejarah”, beliau menyampaikan berbagai kisah, perjalanan hidup, serta peran penting Simbah K.H. Abdul Manan Dipomenggolo dalam membangun kehidupan religius masyarakat setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh audiens dari kalangan mahasiswa, yakni UKM Forkisma STKIP PGRI Pacitan serta Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah (HMP Sejarah) STKIP PGRI Pacitan. Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan dalam proses pelestarian sejarah lokal sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya memahami akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri.
Dalam pemaparannya, M. Nasyiin menjelaskan bahwa Simbah K.H. Abdul Manan Dipomenggolo merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam penyebaran nilai-nilai keislaman di wilayah Semanten dan sekitarnya. Melalui pendekatan dakwah yang santun serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, beliau mampu membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif tersebut juga membuka ruang dialog antara narasumber dan peserta. Para peserta tidak hanya mendengarkan kisah sejarah, tetapi juga mendalami makna nilai-nilai perjuangan, spiritualitas, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh tokoh tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mengangkat kembali sejarah lokal yang selama ini lebih banyak hidup dalam tradisi lisan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal tokoh-tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan masyarakat.
Selain sebagai forum pembelajaran sejarah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Semanten. Melalui pendekatan budaya dan sejarah, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kultural bagi masyarakat.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap bahwa nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh Simbah K.H. Abdul Manan Dipomenggolo dapat terus dikenang, dipelajari, dan dijadikan inspirasi bagi generasi masa kini dalam membangun kehidupan sosial yang lebih berbudaya, religius, dan berakar pada sejarah lokal.
Kegiatan “Ngaji Sejarah” ini menjadi salah satu langkah kecil namun bermakna dalam
upaya revitalisasi budaya lokal, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap tokoh dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah.







