Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id
Media Mitra Kolaborasi Anda - LangsungKlik.id

PKB Jember Soroti Mangkirnya Wabup Djoko di Rapat Paripurna DPRD

Langsungklik.id
PKB Jember Soroti Mangkirnya Wabup Djoko di Rapat Paripurna DPRD
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jember menunjukkan surat undangan rapat paripurna untuk Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jumat (8/8/2025). (Foto: Istimewa)

LangsungKlik.id, Jember – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember mengkritik keras Wakil Bupati (Wabup) Djoko Susanto yang dinilai sering mangkir dalam rapat paripurna. Berdasarkan catatan Fraksi PKB, dari 13 kali rapat paripurna sepanjang 2025, Wabup hanya hadir dua kali.

Sekretaris Fraksi PKB, Nurhuda Candra Hidayat, menyebut kritik tersebut disampaikan dalam forum Pandangan Akhir (PA) sebagai respons atas aspirasi masyarakat. Menurutnya, banyak warga mempertanyakan peran Wabup di acara resmi kabupaten, termasuk rapat paripurna.

“Sejak menjabat, Wabup sudah 11 kali tidak hadir dari 13 kali paripurna. Kami menelusuri alasan ketidakhadiran tersebut, ternyata beliau terundang dalam undangan resmi,” kata Candra, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga :  Rektor Ansor University Jember: Pelatihan POA Jadi Langkah Awal Peningkatan SDM Ansor-Banser

Bantah Alasan “Tak Diundang”

Sebelumnya, Wabup Djoko mengaku tidak hadir karena merasa tidak diundang. Namun, PKB menegaskan bahwa dalam setiap undangan resmi yang ditujukan kepada Bupati, kehadiran Wabup juga dicantumkan.

“Di undangan memang kepada Bupati, tapi di catatan undangan jelas ada nama Wabup. Jadi alasan tidak diundang itu tidak berdasar,” tegas Candra.

Rapat Paripurna Dinilai Strategis

PKB menilai kehadiran Wabup di rapat paripurna sangat penting, mengingat forum ini membahas kebijakan strategis seperti pembentukan peraturan daerah (Perda), pembahasan APBD, dan penyusunan P-APBD.

Baca Juga :  Ribuan Honorer Jember Terancam Tak Terima Honor Mulai Agustus 2025

“Kalau Wabup tidak hadir, siapa yang membantu Bupati merespons pandangan fraksi. Ini soal hajat hidup masyarakat Jember,” ujarnya.

Candra menegaskan kritik yang disampaikan PKB berbasis data dan kajian, bukan tuduhan tanpa dasar. “Kami hanya ingin Wabup aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutupnya. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Advertisement
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *