LangsungKlik.id, Finance – Kasus peretasan aset kripto kembali meningkat sepanjang 2025, membuat investor digital perlu lebih berhati-hati dalam menyimpan aset mereka. Berdasarkan data terbaru, total kerugian akibat peretasan di industri kripto telah menembus lebih dari US$ 2,1 miliar hanya dalam enam bulan pertama tahun ini.
Kondisi ini menegaskan pentingnya sistem penyimpanan yang lebih aman seperti cold wallet, yang kini menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang.
Gelombang Peretasan Kripto Terus Naik
Laporan dari CryptoRank dan Cointelegraph mencatat, sepanjang paruh pertama 2025 terdapat lebih dari 75 insiden peretasan dan exploit di berbagai platform aset digital. Nilai kerugian dari tiap insiden rata-rata mencapai US$ 7 juta, dengan beberapa kasus besar seperti serangan terhadap Bybit yang menelan kerugian hingga US$ 1,5 miliar.
Chainalysis melaporkan bahwa jenis peretasan yang paling sering terjadi meliputi pencurian kunci privat, bug smart contract, dan akses tidak sah ke sistem bursa kripto. Para analis menilai lemahnya kontrol akses dan keamanan internal menjadi faktor utama maraknya serangan tersebut.
Cold Wallet Makin Dilirik Investor
Di tengah meningkatnya ancaman siber, cold wallet atau dompet dingin mulai banyak digunakan sebagai solusi penyimpanan aman. Berbeda dengan hot wallet yang selalu terhubung ke internet, cold wallet menyimpan kunci privat secara offline, sehingga jauh lebih sulit diretas.
Data dari Cognitive Market Research menunjukkan bahwa nilai pasar global cold wallet mencapai sekitar US$ 1,63 miliar pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh hingga 11,8% setiap tahun sampai 2031. Saat ini, sekitar 22% pengguna kripto di seluruh dunia telah beralih menggunakan cold wallet untuk penyimpanan jangka panjang.
Menurut laporan Global Growth Insights, 27% investor digital memilih cold wallet karena tingkat keamanannya yang tinggi dan risiko serangan online yang sangat rendah.
Kesadaran Keamanan Digital Mulai Tumbuh
Meski adopsi cold wallet masih kalah dari hot wallet, tren penggunaannya terus meningkat seiring maraknya kasus pencurian aset digital. Banyak platform edukasi dan komunitas kripto kini mulai aktif mengkampanyekan pentingnya keamanan pribadi dalam menyimpan aset digital.
Pakar keamanan digital menekankan, selain memilih cold wallet, pengguna juga perlu menjaga keamanan fisik perangkat dan melakukan backup kunci privat dengan benar. Keamanan aset kripto, kata mereka, tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran pengguna dalam melindungi data pribadinya.
Langkah Bijak di Tengah Risiko Siber
Lonjakan kasus peretasan menjadi pengingat bahwa aset digital tidak kebal terhadap kejahatan siber. Penggunaan cold wallet menjadi salah satu langkah preventif yang disarankan oleh para ahli untuk menjaga aset tetap aman.
Dengan menyimpan aset secara offline dan hanya menghubungkannya ke internet saat diperlukan, pengguna dapat meminimalkan risiko kehilangan akibat serangan daring. Dalam dunia digital yang serba cepat, kehati-hatian dan kesadaran keamanan menjadi kunci untuk menjaga investasi kripto tetap aman di masa depan. (*)
