Jasa LangsungKlik.id

Aplikasi Nemesis Assai Soroti Anggaran Aneh, dari Sewa Tanaman hingga Miliaran Rupiah

Sistem AI buatan Abil Sudarmanto ini mengungkap berbagai anggaran janggal dari data resmi pemerintah, mulai dari sewa tanaman hingga pengadaan bernilai miliaran rupiah

Abil Sudarmanto saat menunjukkan wilayah dengan temuan anggaran “absurd” melalui dashboard aplikasi Nemesis Assai berbasis AI
Abil Sudarmanto saat menunjukkan wilayah dengan temuan anggaran “absurd” melalui dashboard aplikasi Nemesis Assai berbasis AI

LangsungKlik.idAplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Nemesis Assai menjadi sorotan setelah mengungkap sejumlah anggaran pemerintah yang dinilai tidak masuk akal di Indonesia. Sistem ini dikembangkan oleh Abil Sudarmanto bersama tim Assai.id, dengan memanfaatkan data resmi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Temuan anggaran janggal tersebut viral di media sosial karena nilainya yang dinilai tidak proporsional dan tidak sesuai prioritas kebutuhan.

Nemesis Assai merupakan dashboard digital yang dirancang sebagai early warning system atau sistem peringatan dini dalam mendeteksi potensi kejanggalan anggaran. Aplikasi ini mengolah data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), yang berisi rencana belanja dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Profil Pengembang dan Latar Belakang Inovasi

Abil Sudarmanto dikenal sebagai pengembang teknologi yang aktif mengolah data berbasis AI melalui platform Assai.id. Ia fokus pada pengembangan sistem analisis data besar (big data) untuk mendorong transparansi, khususnya dalam pengelolaan anggaran publik.

Baca Juga :  Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Resmi Rilis, Bawa Fitur AI dengan Harga Terjangkau

Pengembangan Nemesis Assai dilatarbelakangi oleh kompleksitas data pengadaan pemerintah yang sangat besar dan sulit dipantau secara manual. Dengan teknologi AI, Abil mencoba menyederhanakan data tersebut agar lebih mudah dipahami oleh publik sekaligus menjadi alat bantu pengawasan berbasis teknologi.

Cara Kerja dan Fitur Analisis AI

Nemesis Assai bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis jutaan data pengadaan dari SiRUP. Sistem ini kemudian memproses data menggunakan algoritma AI untuk mengidentifikasi pola, membandingkan nilai anggaran, serta mendeteksi potensi kejanggalan.

Hasil analisis ditampilkan dalam dashboard interaktif yang memuat informasi seperti nama paket pekerjaan, nilai pagu anggaran, lokasi, dan instansi terkait. Salah satu fitur utama adalah sistem pelabelan otomatis yang mengkategorikan anggaran ke dalam tiga tingkat, yakni “medium”, “high”, dan “absurd”.

Baca Juga :  Kenaikan PBB Tak Tepat, GP Ansor Jember Sarankan Khusus Tanah Tidak Produktif

Label “absurd” diberikan pada anggaran yang dinilai tidak rasional atau jauh dari standar kewajaran, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi pemborosan anggaran.

Temuan Anggaran Janggal yang Viral

Dari hasil analisis Nemesis Assai, sejumlah anggaran mencuat dan menjadi perhatian publik. Beberapa di antaranya meliputi anggaran sewa tanaman hias yang mencapai lebih dari Rp1 miliar per tahun, serta pengadaan taman indoor dengan nilai serupa.

Selain itu, ditemukan pula anggaran pemeliharaan akuarium dengan nilai ratusan juta rupiah, pengadaan kendaraan mewah hingga miliaran rupiah, serta fasilitas hiburan seperti meja biliar dengan nilai tinggi. Temuan-temuan ini dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan prioritas, sehingga dikategorikan sebagai “absurd” oleh sistem AI.

Baca Juga :  Heboh Varian Baru COVID-19 XFG (Stratus), Kemenkes: Tidak Perlu Panik, Vaksin Masih Efektif

Tujuan dan Peran dalam Transparansi

Menurut Abil Sudarmanto, Nemesis Assai tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran, melainkan sebagai alat bantu awal dalam mengidentifikasi potensi kejanggalan. Sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran negara.

Dengan adanya teknologi ini, masyarakat, jurnalis, dan lembaga pengawas dapat lebih mudah mengakses dan memahami data anggaran yang sebelumnya sulit dianalisis. Hal ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam mengawasi penggunaan keuangan negara.

Kehadiran Nemesis Assai menunjukkan pemanfaatan AI dalam tata kelola pemerintahan semakin berkembang. Meski hasil analisisnya tetap memerlukan verifikasi lanjutan, inovasi ini dinilai menjadi langkah awal menuju sistem pengawasan anggaran yang lebih terbuka, akuntabel, dan berbasis data di Indonesia. (*)

Seedbacklink
Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi OK Nanti