Jasa LangsungKlik.id

Belajar Serasa Bermain: Farhan KKN STKIP PGRI Pacitan Hadirkan Media Wordwall di SDN 1 Kedungbendo

Belajar Serasa Bermain: Farhan KKN STKIP PGRI Pacitan Hadirkan Media Wordwall di SDN 1 Kedungbendo
Farhan, mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan, memberikan penjelasan mengenai cara kerja media Wordwall kepada siswa kelas 2 dan 3 SDN 1 Kedungbendo

LangsungKlik.id, Kedungbendo – Pembelajaran Bahasa Indonesia kini semakin menarik dan interaktif melalui pemanfaatan media digital berbasis Wordwall. Inovasi ini diperkenalkan kepada siswa kelas 2 dan 3 SDN 1 Kedungbendo dalam materi antonim dan sinonim sebagai upaya meningkatkan semangat belajar serta pemahaman siswa.

Kegiatan ini merupakan program kerja individu dari Farhan, mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan di Desa Kedungbendo, yang berfokus pada integrasi teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, siswa dikenalkan dengan media Wordwall sebagai platform pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Melalui tampilan yang menarik, soal-soal antonim dan sinonim dikemas dalam bentuk kuis interaktif, mencocokkan kata, dan permainan roda putar yang membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.

Baca Juga :  Debut Manis Shin Tae-yong di Ulsan HD, Menang Tipis 1-0 atas Jeju United

Suasana kelas terlihat lebih hidup dan penuh semangat. Siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi dengan teman, serta berlomba-lomba memperoleh skor terbaik. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa memahami perbedaan makna kata, tetapi juga melatih konsentrasi, kecepatan berpikir, dan kerja sama.

Farhan menyampaikan bahwa penggunaan media digital seperti Wordwall dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Dengan metode ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas interaktif yang meningkatkan daya ingat mereka terhadap materi.

Melalui program ini, diharapkan siswa kelas 2 dan 3 SDN 1 Kedungbendo semakin mudah memahami konsep antonim dan sinonim serta terbiasa memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang positif dan produktif.

Baca Juga :  Dari Dapur Tradisional ke Pasar Digital: Semprong Kedunggrombyang Tembus Era Online

Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa perpaduan teknologi dan pendidikan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda.(*)

Channel WhatsApp LangsungKlik.id Seedbacklink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *