Jasa LangsungKlik.id

Hari Pertama TKA SMP 2026 Berjalan Lancar, Kemendikdasmen Pastikan Kredibel

Pelaksanaan asesmen nasional jenjang SMP berlangsung tertib, aman, dan bukan penentu kelulusan siswa

Hari Pertama TKA SMP 2026 Berjalan Lancar, Kemendikdasmen Pastikan Kredibel
Menteri tinjau TKA SMP tahun 2026. (Foto:kemendikdasmen.go.id)

LangsungKlik.id, Bandung – Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 berjalan lancar dan tertib di berbagai daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan seluruh proses asesmen berlangsung kredibel tanpa kendala berarti, Senin,(6/4/26).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah di Bandung. Ia menilai kesiapan sekolah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tata kelola pelaksanaan sudah baik, mulai dari kesiapan ruang hingga sistemnya. Kita berharap TKA berjalan lancar hingga selesai,” ujarnya.

Baca Juga :  Persebaya Kebobolan 0-1 di Kandang Sendiri, PSIM Yogyakarta Bawa Pulang 3 Poin

TKA untuk Pemetaan, Bukan Kelulusan

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Ia menerangkan, kewenangan kelulusan tetap berada di masing-masing sekolah berdasarkan penilaian yang telah berjalan selama ini.

Menurutnya, TKA hanya berfungsi sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar.

Hasil TKA akan menjadi pelengkap dari penilaian yang sudah ada, seperti nilai rapor dan prestasi nonakademik,” katanya.

Jaga Integritas dan Akses untuk Daerah 3T

Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya integritas selama pelaksanaan asesmen dengan mengusung semangat “Jujur dan Gembira”. Siswa diminta mengerjakan soal secara jujur tanpa tekanan, sementara pengawas diimbau menjalankan tugas secara profesional.

Untuk menjaga kredibilitas, pemerintah telah menerapkan sistem pengamanan guna mencegah kecurangan. Sistem tersebut dirancang agar proses asesmen berjalan transparan dan akuntabel.

“TKA dirancang sebagai sistem ‘five in one’ yang menghasilkan lima jenis data, mulai dari kemampuan akademik hingga kondisi lingkungan belajar,” terangnya.

Selain itu, pelaksanaan TKA juga tetap menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema fleksibel. Sekolah dengan keterbatasan fasilitas dapat melaksanakan asesmen dengan berbagi perangkat, sementara sekolah terdampak bencana disediakan ujian susulan berbasis komputer.

Dengan kelancaran di hari pertama, Kemendikdasmen optimistis pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan konsisten hingga akhir dan menghasilkan data yang valid sebagai dasar kebijakan pendidikan nasional. (*)

Baca Juga :  Unair Gelar Pelatihan Pupuk Organik di Pesantren Skill Jember untuk Santri dan Masyarakat

Seedbacklink
Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *