Menatap Nu Abad Kedua, Pmii Jatim Soroti Harapan Dan Kekhawatiran Perubahan Zaman

Lewat forum Liwetan Sahabat Pergerakan di Jombang, kader dan alumni PMII Jawa Timur membedah tantangan Nahdlatul Ulama di abad kedua, mulai dari pragmatisme, disrupsi zaman hingga pentingnya menjaga tradisi intelektual.

Sunardi
Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Sunardi & Muhammad Yazid Bastomi
Sunardi
Sunardi Jurnalis
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Editor

LangsungKlik.id, Jombang –  Memasuki perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di abad kedua, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menilai perjalanan organisasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah.

Lebih dari itu, abad kedua NU harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan, memperkuat kualitas kader serta menjawab perubahan zaman yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda dialog publik bertajuk Liwetan Sahabat Pergerakan yang digelar Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur di Posko Muktamar IKA PMII dan PKC PMII Jawa Timur, Cafe Berbinar, Dusun Petengan, Tambak Rejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026malam.

Advertisement

Mengusung tema Nahdlatul Ulama Abad Kedua: Harapan dan Kekhawatiran, forum tersebut menjadi ruang pertemuan kader aktif, alumni lintas generasi, hingga sejumlah tokoh pergerakan untuk membicarakan arah NU dan peran PMII dalam menghadapi masa depan.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi, Ketua PW IKA PMII Jawa Timur Thoriqul Haq, akademisi Dr. Yusuf Amrozi, Dr. Imam Fahruddin, serta Ketua PCNU Bondowoso sekaligus Sekretaris Mabinda PMII Jawa Timur Dr. KH. Saiful Bahar.

Turut hadir pula sejumlah demisioner Ketua PKC PMII Jawa Timur dari berbagai periode, yakni Cak Yoyok Zakaria, Zainul Aripin, Hendro Subiantoro, Cak Nur Aminudin, Zainudin, Baijuri, serta para senior PMII Jawa Timur.

Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, Sahabat Ivan Akiedozawa, menegaskan forum tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi atau pertemuan biasa.

Baca Juga :  9 Pesantren Masuk Kandidat Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Mana yang Akan Dipilih PBNU?

Liwetan Sahabat Pergerakan, menurutnya, menjadi ruang konsolidasi gagasan dan penyatuan pandangan antara kader muda dengan generasi senior PMII.

Advertisement

Ia menilai masuknya NU ke abad kedua membawa tanggung jawab sejarah yang besar, termasuk bagi PMII yang memiliki ikatan historis dan ideologis dengan organisasi tersebut.

“Perjalanan NU memasuki abad kedua membawa tanggung jawab moral dan sejarah yang sangat besar bagi PMII. Di satu sisi kita melihat harapan besar akan kebangkitan gagasan keislaman yang toleran dan inklusif. Namun di sisi lain, kita tidak bisa menutup mata dari kekhawatiran munculnya pergeseran nilai, pragmatisme, serta disrupsi zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan sosial perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat kader kehilangan arah dan menjauh dari nilai-nilai dasar perjuangan yang diwariskan para pendiri organisasi.

Ivan juga menekankan pentingnya menjaga hubungan lintas generasi. Tradisi makan liwet bersama yang menjadi konsep utama kegiatan tersebut sengaja dipilih sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan.

Menurutnya, tidak boleh ada jarak antara kader aktif, alumni, maupun generasi pendahulu dalam membicarakan masa depan pergerakan.

Advertisement

“Kesederhanaan liwetan ini mengajarkan kebersamaan dan kesetaraan. Sekat-sekat antargenerasi harus diruntuhkan agar pengalaman para senior dan energi kader muda bisa bertemu dalam satu gerakan,” katanya.

Kader PMII Diminta Tetap Kritis dan Mandiri

Baca Juga :  Rihlah Ansor Sukorambi ke Makam Muassis NU se-Jember, Momentum Refleksi Ramadhan

Sementara itu, mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, menekankan pentingnya menjaga karakter kritis dan independensi kader di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berubah.

Menurutnya, masa depan NU di abad kedua tidak bisa dilepaskan dari kesiapan generasi mudanya. PMII memiliki tanggung jawab untuk melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga kapasitas intelektual serta keberanian dalam membaca perubahan.

“Harapan besar NU di abad kedua berada di pundak para kader muda PMII. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan sosial,” tegasnya.

Imam mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi secara serius, mulai dari degradasi karakter, pudarnya nilai perjuangan para muassis NU, hingga ancaman polarisasi dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, tantangan tersebut hanya dapat dijawab apabila kader PMII tetap menjaga tradisi intelektual, memperkuat penguasaan teknologi, sekaligus tetap berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ia juga mendorong agar ruang-ruang diskusi seperti Liwetan Sahabat Pergerakan tidak berhenti pada kegiatan tingkat wilayah. Forum intelektual dan dialog strategis, kata dia, perlu terus hidup hingga tingkat cabang, komisariat dan rayon.

Abad Kedua Bukan Sekadar Perayaan

Senada dengan itu, Ketua PW IKA PMII Jawa Timur, H. Thoriqul Haq, menegaskan bahwa memasuki abad kedua, NU membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  LPNU Kecamatan Ngajum Gelar Rapat Kerja, Susun Program Strategis 5 Tahun Ke Depan

Menurutnya, perjalanan panjang NU tidak cukup dijawab melalui seremoni atau peringatan simbolik. Abad kedua harus menjadi ruang pembuktian bagi seluruh elemen, terutama kader muda dan alumni PMII, untuk mengambil peran nyata di berbagai bidang kehidupan.

“Masuknya NU ke abad kedua tidak cukup hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus dijawab dengan kesiapan pilar-pilar sumber daya manusia yang unggul,” ujar Thoriq.

Ia menilai sinergi antara alumni dan kader aktif menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi.

Alumni diharapkan mampu membuka ruang pengabdian dan kepemimpinan strategis, sementara kader aktif terus memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan di tengah masyarakat.

Menurut Thoriq, perubahan zaman yang semakin cepat justru harus menjadi tantangan untuk memperkuat jaringan dan konsolidasi organisasi.

“Kekhawatiran terhadap disrupsi dan perubahan zaman hanya bisa diurai apabila jejaring alumni dan organisasi PMII tetap solid, mulai dari tingkat basis hingga nasional,” tegasnya.

Diskusi berlangsung hingga larut malam dengan berbagai pandangan dan gagasan dari tokoh serta peserta yang hadir. Forum kemudian ditutup dengan doa bersama dan tradisi makan liwet di atas daun pisang.

Liwetan tersebut bukan sekadar penutup kegiatan. Lebih dari itu, kebersamaan tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan panjang NU dan PMII ke depan membutuhkan satu kekuatan yang sama.

Kemampuan menjaga tradisi, keberanian menghadapi perubahan, serta kesediaan lintas generasi untuk tetap berjalan dalam satu barisan perjuangan.(*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Sunardi
Sunardi
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement