Jasa LangsungKlik.id

Detik-detik Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Negosiasi atau Perang Kembali?

Detik-detik Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Negosiasi atau Perang Kembali?
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perusak milik Amerika Serikat mundur dari kawasan Selat Hormuz setelah mendapat peringatan dari angkatan laut Iran.(Tasnim News Agency)

LangsungKlik.id – Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Teheran. Menjelang batas waktu tersebut, kedua negara justru saling melontarkan ancaman militer, sementara upaya negosiasi damai masih berlangsung di Pakistan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah perdamaian akan diperpanjang atau konflik kembali pecah?
Gencatan senjata yang hanya berlangsung selama dua pekan kini berada di titik kritis. Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada dimulainya kembali serangan militer.

Negosiasi Terancam Gagal, Iran Tolak Tekanan AS

Pernyataan tersebut langsung direspons tegas oleh Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negaranya tidak akan menerima negosiasi di bawah tekanan. Ia menuding AS berupaya mengubah arah perundingan.

Baca Juga :  Trump dan Putin Sepakat Dorong Akhiri Perang Ukraina dalam Pertemuan di Alaska

Upaya diplomasi sebenarnya masih terus dilakukan. Pemerintah AS dilaporkan menyiapkan Wakil Presiden untuk bertolak ke Islamabad guna melanjutkan perundingan. Namun, Iran menilai langkah AS seperti blokade pelabuhan justru merusak kepercayaan.

Isu Nuklir Jadi Penghambat Utama

Selain tekanan militer, kebuntuan juga terjadi dalam isu utama, yakni program nuklir Iran. AS mengklaim Teheran bersedia menyerahkan cadangan uranium, tetapi hal ini dibantah oleh pihak Iran.

Perbedaan pandangan tersebut membuat negosiasi berjalan alot dan belum menemukan titik temu hingga mendekati batas waktu gencatan senjata.

Baca Juga :  Harga Saham BBCA Dipangkas Meski Cuan Tumbuh, Ini Alasannya

Selat Hormuz Kembali Memanas

Ketegangan turut meluas ke kawasan strategis, terutama di Selat Hormuz. Jalur vital bagi distribusi minyak dunia ini berada dalam ancaman setelah Iran memperingatkan akan menembak kapal yang melintas tanpa izin.

Di sisi lain, sejumlah kapal Iran tetap berupaya menembus blokade laut yang dilakukan AS, meningkatkan risiko bentrokan di kawasan tersebut.

Dampak Global Mulai Terasa

Situasi ini mulai berdampak luas. Harga minyak dunia bergejolak dan pasar keuangan global ikut tertekan akibat ketidakpastian.

Dengan waktu yang semakin sempit, dunia kini menanti hasil negosiasi. Jika tercapai kesepakatan, peluang damai masih terbuka. Namun jika gagal, konflik terbuka berpotensi kembali pecah dengan dampak global yang lebih luas. (*)

Channel WhatsApp LangsungKlik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi OK Nanti