Bitcoin Turun ke US$106.500, Saham Asia Melemah Menyusul Kekhawatiran Ekonomi Global

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id, Finance – Pasar keuangan Asia menunjukkan tekanan terbaru: harga Bitcoin turun ke level US$106.500, sementara indeks saham regional mencatat koreksi ringan di tengah kekhawatiran tentang kebijakan moneter global dan perlambatan ekonomi.

Pergerakan Harga Bitcoin: Koreksi dan Titik Penting

  • Bitcoin sempat reli mendekati US$110.000 pekan ini, namun aksi ambil untung mulai terjadi, menurunkan harga ke kisaran US$106.500.
  • Para trader kripto memperhatikan level support kuat di US$105.000—penembusan di bawahnya berisiko memperpanjang koreksi.
  • Resistance kritis berada di US$110.000–112.000; penembusan di atas itu diperlukan untuk mengembalikan momentum bullish.
Baca Juga :  MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia dari Indeks, GOTO hingga BUKA Terdampak

Pasar Saham Asia Melemah, Investor Tunggu Sinyal Baru

  • Saham Asia melemah tipis (antara 0,2–0,5%), terimbas oleh data aktivitas industri di China yang melambat serta kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga global.
  • Untuk pasar Indonesia, IHSG diprediksi bergerak hati-hati di kisaran 7.200–7.250—tergantung rilis data inflasi lokal dan tekanan eksternal.

Advertisement
Advertisement

Dolar AS Menguat, Rupiah Tertahan di Kisaran Rp16.450

  • Indeks dolar AS mencatat rebound setelah data tenaga kerja AS menunjukkan angka di atas perkiraan—memicu kekhawatiran The Fed akan menahan suku bunga.
  • Akibatnya, rupiah melemah tipis ke level Rp16.450/USD, meski masih stabil dibanding beberapa minggu lalu.
Baca Juga :  Iran Serang Pangkalan Militer AS Di Bahrain, Kuwait, Yordania Dan Irak

Strategi untuk Investor & Trader

  1. Kripto: Pantau area support US$105K–106K—mana tahu ada titik beli baru. Atau tunggu breakout di atas US$110K sebagai sinyal bullish kembali.
  2. Saham regional: Hindari over-leveraged stocks; sektor finansial dan energi bisa jadi alternatif defensif.
  3. Nilai tukar & devisa: Investor jangka pendek dapat manfaatkan dan spot rupiah di kisaran menengah + lindung nilai jika memasuki US$16.500+.

Pergerakan pasar saat ini dipicu oleh kombinasi antara data ekonomi terbaru dari AS/China dan spekulasi kebijakan The Fed. Trader disarankan untuk tetap waspada terhadap laporan inflasi dan pidato pejabat bank sentral dalam pekan ke depan, karena bisa menjadi katalis kuat bagi gerakan harga selanjutnya.

Baca Juga :  Saham BBCA dan BBRI Melemah, Ini Faktor Penyebabnya

[LangsungKlik.id]

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 02/10/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 01/10/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement