LangsungKlik.id, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), Usamah Ahmad Syahid, mengajak santri Indonesia meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan berprestasi di kancah global. Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keahlian profesional, serta kemandirian dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikan Usamah dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026). Menurutnya, santri tidak cukup hanya menjaga tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga perlu mengembangkan kompetensi dan menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai santri memiliki peluang untuk mengambil peran strategis dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, bisnis, pemerintahan, hingga pengembangan sosial.
Santri Harus Menguasai Keahlian dan Berani Berinovasi
Usamah menegaskan bahwa santri memiliki kesempatan yang luas untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Karena itu, pengembangan kapasitas dan keahlian perlu menjadi perhatian agar santri mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadapi persaingan global.
“Santri tidak boleh berhenti menjadi penonton perubahan. Santri harus mampu mengambil peran, menjadi penggerak, dan melahirkan perubahan. Kita membutuhkan santri yang berdaya saing, visioner, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, keahlian, akhlak, dan karya nyata,” ujar Usamah.
Ia juga mendorong lahirnya generasi santri yang menjadi ahli di bidang masing-masing. Menurutnya, santri dapat berkiprah sebagai ilmuwan, pendidik, profesional, pemimpin, birokrat, pengusaha, praktisi teknologi, maupun penggerak sosial.
Usamah berharap santri tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga membekali diri dengan kompetensi yang memadai untuk mewujudkannya. Prestasi di tingkat nasional dan internasional, lanjutnya, perlu diiringi dengan integritas, akhlak mulia, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
GENINUSA Dorong Kemandirian dan Transformasi Digital
Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan potensi dan kemandirian santri, GENINUSA mengusung semangat GENINUSA REBORN untuk membangun gerakan santripreneur yang progresif, mandiri, dan berdampak.
Gerakan tersebut bertumpu pada lima nilai, yakni GERAK, GROWTH, GO DIGITAL, GOTONG ROYONG, dan GIVE IMPACT. Kelima nilai ini diarahkan untuk mendorong santri berani memulai langkah, meningkatkan kapasitas, memanfaatkan teknologi digital, membangun kolaborasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Usamah menjelaskan bahwa kemandirian santri tidak hanya diukur dari kemampuan membangun usaha. Kemandirian juga mencakup keberanian berpikir, kecakapan mengambil keputusan, kemampuan menciptakan peluang, dan kesiapan bertanggung jawab atas masa depan.
Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya mampu memasuki dunia kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mengembangkan inovasi, dan membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kewirausahaan bukan satu-satunya jalan pengabdian. Setiap santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui profesi, keahlian, dan bidang yang ditekuni.
Kolaborasi untuk Mencetak Generasi Santri Unggul
Lebih lanjut, Usamah menekankan pentingnya kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan untuk memperluas akses santri terhadap pendidikan, pelatihan, pengalaman profesional, teknologi, dan jejaring pengembangan diri.
Ia juga mengajak generasi muda santri menjadikan tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Keterbatasan, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas diri.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya generasi santri yang sukses secara pribadi, melainkan generasi yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Santri harus memiliki keunggulan kompetensi, kemandirian, karakter, dan semangat pengabdian,” tegasnya.
Usamah berharap semakin banyak santri yang mampu menunjukkan prestasi sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Ia menilai keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau pencapaian pribadi, tetapi juga oleh manfaat yang diberikan bagi umat, bangsa, dan negara.
Melalui gerakan santripreneur, GENINUSA mendorong santri untuk terus bergerak, meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi, dan memperluas kolaborasi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran santri sebagai generasi unggul yang berdaya saing, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia hingga tingkat global. (*)



