LangsungKlik.id, Pacitan – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Ngadirojo tahun ini tidak sekadar menjadi rangkaian kegiatan seremonial. Berbagai kegiatan olahraga, seni budaya, hiburan rakyat, jalan santai hingga parade siswa dikemas menjadi sebuah gerakan bersama yang mampu menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Sejumlah kegiatan digelar di dua wilayah Kecamatan Ngadirojo. Pertama terpusat di Eks Kawedanan Ngadirojo dan Lapangan Ngadirojo serta kedua ada di lokasi Lapangan miri Desa Winokarto, Mulai dari kompetisi olahraga, kegiatan masyarakat, seni budaya, jalan santai, pertunjukan kesenian, yang melibatkan paud sampai tingkat Desa, hingga berbagai kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif yang tumbuh mengikuti geliat perayaan kemerdekaan.
Salah satu momentum yang menjadi perhatian adalah parade siswa yang melibatkan ribuan siswa dan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Ngadirojo. Dan Jalan Santai yang melibatkan elemen masyarakat di tiga desa wonokarto persatuan. Parade siswa tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian kegiatan sekaligus memperlihatkan kuatnya partisipasi masyarakat pendidikan dalam menyemarakkan Dirgahayu RI ke-81.
Anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Hariawan, ST (HRW), memberikan apresiasi terhadap kerja keras panitia PPHBN Kecamatan Ngadirojo yang mampu menggelar rangkaian kegiatan secara meriah di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Saya sangat mengapresiasi kerja Panitia PPHBN Kecamatan Ngadirojo. Satu kata: luar biasa. Di tengah efisiensi yang ada, panitia tetap mampu menghadirkan rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas,” ujar HRW.
Menurutnya, kemeriahan perayaan kemerdekaan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya acara, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.
“Yang menarik adalah dampaknya terhadap ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat berkumpul, kegiatan berlangsung di banyak tempat, pedagang bergerak, UMKM mendapatkan ruang, jasa transportasi, kuliner dan berbagai aktivitas ekonomi ikut hidup. Artinya ada perputaran ekonomi yang signifikan di wilayah Ngadirojo,” ungkapnya.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa perayaan HUT RI dapat menjadi momentum membangun ekonomi kerakyatan, karena pergerakan masyarakat secara otomatis menciptakan transaksi dan kesempatan ekonomi baru bagi warga.

HRW juga memberikan apresiasi khusus terhadap komunikasi dan koordinasi Camat Ngadirojo bersama jajaran yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan rangkaian kegiatan.
“Daya dukung komunikasi dan koordinasi Pak Camat Ngadirojo juga luar biasa. Tanpa mengenal waktu, terus ikut berdampingan dengan seluruh seksi kegiatan. Bahkan sampai ikut membersamai kegiatan di wilayah Wonokarto Persatuan,” kata HRW.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan besar bukan hanya karena panitia, tetapi karena adanya komunikasi, koordinasi dan gotong royong antara pemerintah kecamatan, desa, sekolah, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas serta seluruh unsur yang terlibat.
“Semoga semangat gotong royong seperti ini terus dijaga. Karena ketika masyarakat bergerak bersama, bukan hanya perayaan yang menjadi luar biasa, tetapi juga ekonomi kerakyatan ikut tumbuh,” pungkas HRW.
(*)



