LangsungKlik.id, Pacitan – Memasuki dunia perguruan tinggi menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengubah pola pikir dan cara menjalani kehidupan. Tak hanya dituntut serius dalam akademik, mahasiswa juga harus mulai mandiri hingga membiasakan diri berpikir kritis.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua STAINU Pacitan Luqman Hadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Stadium General 2026. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan pendidikan mereka baru dimulai dan akan berlangsung selama kurang lebih empat tahun atau delapan semester.
“Perjalanan kalian baru dimulai. Kalian akan berproses di sini kurang lebih empat tahun, delapan semester total kuliahnya,” kata Luqman, Senin (31/8/2026).
Ia berharap mahasiswa baru dapat merasa nyaman selama menjalani proses perkuliahan di STAINU Pacitan. Jika menemui kendala, khususnya terkait akademik, mahasiswa diminta tidak ragu menyampaikannya kepada dosen.
“Saya berharap nanti kalian merasa betah di sini. Kalau misalkan ada keluhan terkait dengan akademik, silakan disampaikan kepada bapak ibu dosen, dicurhatkan,” ujarnya.
Luqman mengatakan sistem perkuliahan di STAINU Pacitan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan aktivitas lain, termasuk bekerja. Perkuliahan berlangsung tiga hari dalam sepekan dan dilaksanakan pada sore hari.
“Kita kuliahnya seminggu cuma tiga hari, libur empat hari, masuknya sore hari, pagi bisa bekerja,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta mahasiswa mulai belajar mengatur waktu dengan baik. Terlebih bagi mahasiswa yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan, kemampuan mengelola keuangan juga perlu menjadi perhatian.
“Kalau kalian bekerja cari uang, kalian sudah menjadi mahasiswa maka harus berubah sikapnya, mindset-nya, diatur waktunya yang baik, terutama keuangan,” tegasnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak boros dan mulai menyisihkan penghasilan untuk tabungan maupun kebutuhan darurat.
“Jangan boros-boros seperti kamu sekolah waktu dulu. Diatur, dimanage, ditabung dana untuk keadaan darurat,” katanya.
Selain mandiri dalam mengatur kehidupan sehari-hari, Luqman juga mendorong mahasiswa memiliki keberanian untuk berpikir kritis. Menurutnya, sikap kritis merupakan bagian penting dari kehidupan mahasiswa.
“Bersikap yang bijak. Berkuliah itu bersikap kritis, itu identik dengan mahasiswa,” pungkasnya.



