Wacana Penghapusan Beras Premium dan Medium Tuai Kritik, Rakyat Kecil Terancam

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id – Pemerintah berencana menghapus klasifikasi beras premium dan medium sebagai bagian dari penyederhanaan regulasi pangan. Namun, wacana ini menuai kritik karena dianggap dapat memberatkan masyarakat kecil yang selama ini mengandalkan beras medium dengan harga terjangkau.

Badan Pangan Nasional tengah menggodok kebijakan baru yang akan menghapus dua kategori utama beras di pasaran, yakni premium dan medium. Ke depan, beras hanya akan diklasifikasikan menjadi beras umum dan beras khusus. Langkah ini bertujuan menyederhanakan sistem distribusi dan mencegah praktik pengoplosan beras yang kerap terjadi di pasar.

Baca Juga :  Saham BBCA dan BBRI Melemah, Ini Faktor Penyebabnya

Namun rencana ini langsung menuai penolakan dari sebagian masyarakat dan pengamat. Warga berpenghasilan rendah khawatir penghapusan kategori beras medium akan membuat mereka kehilangan pilihan beras murah. Pasalnya, jika hanya tersedia beras umum dan beras khusus, maka harga beras bisa naik dan tidak lagi terjangkau bagi masyarakat bawah.

Advertisement

Ekonom juga menyoroti kebijakan tersebut. Menurut mereka, penghapusan kategori beras akan membuat harga pasar lebih dikendalikan oleh produsen. Eliza Mardian, analis dari CORE Indonesia, menyebut bahwa kebijakan ini tidak menyentuh akar persoalan dalam sistem pangan, seperti distribusi yang panjang dan harga yang tidak stabil. Ia menilai rencana ini justru hanya mempermudah pengawasan pemerintah tanpa solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Cara Cepat Mengurus Akta Kelahiran Anak Online, Tanpa Ribet ke Kantor Dukcapil

Eliza menyarankan agar pemerintah tetap menetapkan harga tunggal untuk beras umum yang diatur negara, sedangkan beras premium dilepas mengikuti mekanisme pasar. Selain itu, distribusi yang lebih efisien dan pemangkasan biaya produksi perlu dilakukan untuk menekan harga beras secara berkelanjutan.

Advertisement

Meski masih dalam tahap wacana, kritik terhadap rencana ini sudah menguat. Banyak pihak menilai kebijakan ini justru akan memperburuk kondisi masyarakat bawah dan tidak efektif dalam menyelesaikan persoalan oplosan. Pemerintah didesak membuka ruang diskusi luas sebelum mengubah sistem klasifikasi beras yang menyangkut kebutuhan pokok jutaan rakyat Indonesia. [LangsungKlik.id]

Baca Juga :  Ivan Akiedozawa dan Kholisatul Hasanah Terpilih Nahkodai PKC PMII Jatim 2025–2027
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement