Jarang Minum Bisa Berdampak Pada Ginjal, Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Kebiasaan jarang minum sering dianggap sepele, padahal kekurangan cairan dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi. Jika terjadi berulang atau berlangsung lama, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah pada saluran kemih dan ginjal.

Hariyadi
Indra Hermawan
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Hariyadi & Indra Hermawan
Hariyadi
Hariyadi Jurnalis
Indra Hermawan
Indra Hermawan Editor

LangsungKlik.id – Minum air yang cukup bukan hanya untuk menghilangkan rasa haus. Cairan dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk membantu ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine.

Ketika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Salah satu tanda yang mudah diperhatikan adalah urine yang berubah menjadi lebih gelap dan jumlah buang air kecil yang berkurang.

Menurut NHS, tanda dehidrasi pada orang dewasa antara lain rasa haus, urine berwarna kuning tua dan berbau lebih kuat, lebih jarang buang air kecil, pusing, kelelahan, serta mulut, bibir, dan lidah yang terasa kering.

Advertisement

Jarang Minum dan Risiko Batu Ginjal

Salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko batu ginjal. Mayo Clinic menjelaskan bahwa batu ginjal dapat terbentuk ketika urine mengandung lebih sedikit air sehingga mineral dan garam lebih mudah membentuk kristal.

Baca Juga :  62 Kasus Super Flu Subclade K Terdeteksi di RI, Anak dan Perempuan Paling Rentan

Dehidrasi atau tidak cukup minum setiap hari termasuk salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Karena itu, menjaga kecukupan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah terbentuknya batu.

Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi urine juga dapat berkurang. Kondisi ini membuat urine menjadi lebih pekat sehingga zat-zat pembentuk batu lebih mudah terkonsentrasi.

Dehidrasi Berat Bisa Mengganggu Fungsi Ginjal

Masalahnya tidak berhenti pada batu ginjal. Dehidrasi berat dapat menurunkan volume cairan dalam tubuh dan menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah sangat rendah. Berkurangnya aliran darah ke ginjal dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan cedera ginjal akut atau acute kidney injury.

Advertisement

Risiko tersebut juga perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami muntah, diare, demam, berkeringat banyak, atau berada dalam kondisi panas tetapi tidak mengganti cairan yang hilang.

Baca Juga :  Aturan Baru BPJS Kesehatan Mulai Juni 2026, Pasien Kontrol Wajib Sesuai Jadwal

NIDDK juga mengingatkan bahwa penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen, ketika seseorang sedang mengalami dehidrasi dapat meningkatkan risiko cedera ginjal.

Kenali Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Masyarakat dapat memperhatikan sejumlah perubahan sederhana pada tubuh. Beberapa tanda yang umum antara lain:

  • Sering merasa haus.
  • Mulut, bibir, atau lidah terasa kering.
  • Urine berwarna kuning tua atau lebih pekat.
  • Urine berbau lebih kuat.
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Pusing atau sakit kepala.

NHS menyarankan minum secara teratur untuk mengurangi risiko dehidrasi. Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah warna urine, dengan urine yang lebih pucat umumnya menunjukkan tubuh mendapatkan cukup cairan.

Advertisement

Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda. Cuaca panas, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, usia, serta kehilangan cairan akibat muntah atau diare dapat membuat kebutuhan cairan meningkat.

Baca Juga :  Tes Kesehatan Personal Berbasis Genom: Antara Harapan Personalisasi dan Realita Penerapannya

Jangan Menunggu Sampai Haus Berat

Kebiasaan menunda minum sampai merasa sangat haus sebaiknya dihindari, terutama ketika sedang beraktivitas atau berada di lingkungan panas.

Mayo Clinic menyebut minum cairan secara teratur dan meningkatkan asupan ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dapat membantu mencegah dehidrasi.

Jika seseorang mengalami buang air kecil yang sangat sedikit, kebingungan, sangat mengantuk, pusing berat, atau tidak mampu mempertahankan cairan karena terus muntah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian medis.

Pada akhirnya, jarang minum tidak berarti seseorang pasti mengalami penyakit ginjal. Namun, kekurangan cairan yang berulang dan terutama dehidrasi berat dapat memberikan tekanan pada fungsi tubuh, termasuk ginjal. Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan secara teratur merupakan salah satu kebiasaan sederhana untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan saluran kemih. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Hariyadi
Hariyadi
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement