LangsungKlik.id, Jakarta – Pemerintah resmi membuka 25 program studi (prodi) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital-based pada tahap pertama 2026. Program tersebut diselenggarakan di sejumlah rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan sembilan perguruan tinggi negeri (PTN).
Pembukaan program baru ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ketersediaan dokter spesialis, terutama untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, 25 prodi yang dibuka pada tahap pertama terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta spesialis unggulan.
Seleksi penerimaan peserta didik baru untuk program PPDS berbasis rumah sakit tersebut mulai dibuka pada Kamis, 3 September 2026.
Daftar Rumah Sakit Penyelenggara 11 Prodi Spesialis Dasar
Berikut rumah sakit yang menjadi penyelenggara 11 prodi spesialis dasar:
- Anestesiologi dan Terapi Intensif
- RSUP Fatmawati, Jakarta
- RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso, Surakarta
- RSU Hermina Depok
- Obstetri dan Ginekologi (Obgyn)
- RSAB Harapan Kita, Jakarta
- RSIA Bunda Jakarta
- Radiologi
- RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado
- RSUP Persahabatan, Jakarta
- RSUP Dr. M. Djamil, Padang
- Ilmu Penyakit Dalam
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto
- Ilmu Kesehatan Anak
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto
- Ilmu Bedah
- RSUD dr. Iskak, Tulungagung
Daftar Rumah Sakit Penyelenggara Prodi KJSU dan Unggulan
Sementara itu, 14 prodi lainnya berada dalam rumpun KJSU dan spesialis unggulan. Berikut daftar rumah sakit penyelenggaranya:
- Bedah Saraf
- RS Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto
- Bedah Thorax Kardiovaskuler (BTKV)
- RSUP H. Adam Malik, Medan
- RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang
- Urologi
- RSUD Dr. Moewardi, Surakarta
- RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar
- Jantung dan Pembuluh Darah
- RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang
- RSU Murni Teguh Memorial Hospital, Medan
- RSUD dr. Soedarso, Pontianak
- Kedokteran Nuklir
- RSUP Dr. Kariadi, Semarang
- Kesehatan Mata
- Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya, Jakarta
- Orthopaedi dan Traumatologi
- RSD dr. Soebandi, Jember
- RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
- RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta
Total PPDS Hospital-Based Menjadi 31 Prodi
Program PPDS berbasis rumah sakit ini bukan pertama kali diterapkan pemerintah. Program tersebut telah diluncurkan sejak 2024 dengan enam rumah sakit penyelenggara.
Dengan tambahan 25 prodi pada tahap pertama 2026, total izin operasional PPDS berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) menjadi 31 prodi.
Pemerintah juga menyiapkan tahap berikutnya. Sebanyak 30 program studi spesialis ditargetkan memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026.
Rinciannya terdiri atas 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi dalam rumpun KJSU.
Seluruh program tersebut diselenggarakan melalui kemitraan rumah sakit pendidikan dengan sembilan PTN, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (UNUD), dan Universitas Brawijaya (UB).
Pembukaan prodi PPDS hospital-based diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan dokter spesialis sekaligus membantu pemerataan tenaga kesehatan. Khususnya, untuk daerah yang masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis.
Dengan bertambahnya rumah sakit penyelenggara dan program studi, pemerintah menargetkan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia dapat dipenuhi secara bertahap, termasuk untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah 3T. (*)



