Fenomena Aphelion, Kenapa Udara Terasa Lebih Dingin?

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id – Fenomena alam bernama aphelion kembali ramai dibicarakan karena udara di sejumlah daerah Indonesia terasa lebih sejuk. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan aphelion? Mengapa peristiwa ini membuat suhu udara lebih dingin?

Aphelion adalah kondisi ketika posisi Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari dalam orbit tahunannya. Hal ini terjadi karena lintasan orbit Bumi berbentuk elips, bukan benar-benar bulat. Saat aphelion, jarak antara Bumi dan Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer, lebih jauh daripada saat perihelion, yakni posisi terdekat Bumi ke Matahari yang berjarak sekitar 147,1 juta kilometer. Tahun ini, fenomena aphelion terjadi pada awal Juli.

Baca Juga :  Rektor Ansor University Jember: Pelatihan POA Jadi Langkah Awal Peningkatan SDM Ansor-Banser

Akibat jarak yang lebih jauh, intensitas sinar Matahari yang sampai ke permukaan Bumi sedikit berkurang. Namun, pengaruhnya terhadap suhu secara global sebenarnya tidak terlalu besar, karena distribusi panas lebih banyak ditentukan oleh kemiringan sumbu Bumi. Meski begitu, banyak orang tetap merasakan udara lebih dingin, khususnya pada pagi dan malam hari.

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa suhu dingin di musim kemarau juga dipengaruhi oleh angin monsun timur yang membawa udara kering dan dingin dari Australia menuju wilayah Indonesia. Inilah sebabnya suhu minimum di daerah pegunungan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara kadang turun di bawah 20 derajat Celsius.

Baca Juga :  Blue Screen Windows Resmi Diganti, Microsoft Hadirkan Layar Error Hitam yang Lebih Modern

Aphelion merupakan bagian dari siklus tahunan Bumi yang alami dan tidak berbahaya. Peristiwa ini tidak menyebabkan cuaca ekstrem ataupun gangguan kesehatan yang serius. Masyarakat hanya perlu menjaga tubuh tetap hangat di musim kemarau yang memang cenderung lebih dingin.

Advertisement

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat betapa dinamisnya tata surya dan bagaimana pergerakan Bumi memengaruhi iklim. Meski jarak dengan Matahari lebih jauh, Bumi tetap berada pada zona layak huni berkat keseimbangan alam yang terjaga. Udara dingin saat aphelion pun hanya berlangsung sementara dan menjadi bagian dari siklus alam tahunan. [Langsungklik.id]

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp12.000 per Gram Hari Ini, Ada Apakah?
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 02/10/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 01/10/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement