LangsungKlik.id, Jember – Kekeringan mulai semakin dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Menyusutnya debit sumber air hingga sumur warga yang mengering membuat kebutuhan air bersih semakin meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terus melakukan distribusi air bersih ke lokasi yang mengalami kekurangan air. Pengiriman dilakukan secara bertahap berdasarkan laporan dan hasil asesmen petugas di lapangan.
Salah satu distribusi dilakukan di wilayah Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih juga dilakukan di wilayah Kecamatan Patrang. Sebanyak 5.000 liter air dikirimkan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Wilayah Kecamatan Silo juga menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian BPBD Jember. Distribusi dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kondisi sumber air yang terus menurun.
M. Rizal Purnama, Agen Provinsi Jawa Timur yang bertugas di BPBD Jember, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air warga mengalami penurunan.
“Distribusi ini merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Dengan adanya tandon di lokasi, warga dapat lebih mudah mendapatkan air bersih dan tidak harus mengambil air dari wilayah yang jaraknya cukup jauh,” ujar Rizal, dikutip dari PPID BPBD Kabupaten Jember.
Menurut Rizal, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak masih perlu mendapat perhatian karena kondisi kekeringan belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, distribusi air direkomendasikan dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali.
“Untuk sementara, kebutuhan air bersih perlu terus dipantau. Distribusi setiap dua hari sekali direkomendasikan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” jelasnya.
BPBD Jember tidak hanya melakukan distribusi berdasarkan wilayah yang telah menerima bantuan. Petugas juga terus melakukan pemantauan dan asesmen terhadap daerah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
Penyaluran dilakukan secara bertahap karena kebutuhan setiap wilayah berbeda. Kondisi sumber air, jumlah warga terdampak serta perkembangan situasi di lapangan menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas pengiriman.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan pihak terkait untuk memastikan warga yang mengalami kesulitan air dapat segera mendapatkan penanganan.
Masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih diimbau menyampaikan laporan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Laporan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan asesmen dan menentukan kebutuhan distribusi.
Hingga berita ini dibuat, BPBD Jember telah menyalurkan total 507.500 liter air bersih melalui 103 kali pengiriman ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring berlangsungnya distribusi dan adanya laporan dari wilayah lain yang mengalami krisis air bersih. (*)



