LangsungKlik.id, Malang – Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Takmir Masjid Jalibar, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Senin (24/8/2026).
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah rangkaian acara disiapkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, khususnya kepada generasi muda.
Acara diawali dengan santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid, mengingat kepedulian terhadap anak yatim merupakan salah satu nilai luhur yang diajarkan Rasulullah SAW.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan tawassul dan pembacaan Sholawat Diba’. Jamaah bersama-sama melantunkan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus berharap keberkahan dan ketenteraman bagi keluarga, masyarakat, serta lingkungan sekitar.
Momentum Maulid Nabi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya akhlak di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial, menurut Takmir Masjid Jalibar, perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga memiliki adab dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Takmir Masjid Jalibar Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki arti penting bagi pembentukan karakter generasi bangsa.
“Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil keteladanan beliau dan menerapkannya dalam kehidupan. Rasulullah memberikan contoh bahwa akhlak adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang baik. Karena itu, generasi muda harus mengenal dan meneladani akhlak Nabi, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama,” ujar Ketua Takmir Masjid Jalibar.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, pendidikan akhlak tidak cukup hanya diberikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan dan keteladanan di lingkungan keluarga, masjid, sekolah, serta masyarakat.
“Kita berharap melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dan generasi muda semakin dekat dengan masjid, semakin mencintai Nabi Muhammad SAW, dan memahami bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya diukur dari ilmu dan pencapaiannya, tetapi juga dari akhlaknya. Kalau akhlaknya baik, insyaallah akan lahir generasi yang mampu membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jalibar kemudian ditutup dengan doa bersama. Jamaah memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta keteguhan dalam menjalankan ajaran Rasulullah SAW.
Melalui peringatan tersebut, Takmir Masjid Jalibar berharap semangat Maulid tidak berhenti pada satu malam perayaan. Lebih dari itu, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Sebab, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, akhlak tetap menjadi fondasi penting dalam membangun manusia dan peradaban. Ilmu dapat membawa kemajuan, teknologi dapat memudahkan kehidupan, namun akhlaklah yang menentukan bagaimana kemajuan tersebut digunakan untuk kebaikan bersama.



