LangsungKlik.id, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar untuk Program Beasiswa Cinta Bergema 2026. Program tersebut ditujukan bagi 4.200 mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah tetap mempertahankan program beasiswa agar semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Tahun ini kami kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar untuk 4.200 mahasiswa asal Jember. Kami ingin memastikan anak-anak Jember tetap memiliki kesempatan kuliah, karena pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengurangi kemiskinan,” ujar Fawait saat memberikan sambutan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa penerima Beasiswa Cinta Bergema pada tahun sebelumnya tidak perlu mengikuti proses seleksi dari awal. Mereka hanya diwajibkan melakukan daftar ulang dengan melengkapi persyaratan administrasi sebagai mahasiswa aktif sehingga proses pencairan bantuan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain memberikan bantuan biaya kuliah, Pemkab Jember juga menyalurkan dukungan biaya hidup bagi mahasiswa yang masuk kategori afirmasi ekonomi, santri, dan penyandang disabilitas. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
“Untuk mahasiswa kategori afirmasi ekonomi, santri, dan penyandang disabilitas tidak hanya kami bantu uang kuliahnya, tetapi juga biaya hidupnya. Kami ingin mereka fokus belajar tanpa terbebani persoalan ekonomi,” katanya.
Fawait juga mengungkapkan bahwa Pemkab Jember mulai menyiapkan pengembangan program beasiswa hingga ke luar negeri. Saat ini pemerintah daerah sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah dan China agar mahasiswa asal Jember memiliki kesempatan melanjutkan studi di luar negeri pada masa mendatang.
Mengutip informasi yang dipublikasikan Jemberkab.go.id, Program Beasiswa Cinta Bergema 2026 memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp5 juta per tahun atau Rp2,5 juta per semester bagi setiap penerima. Program ini dibuka melalui empat jalur, yakni jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, jalur prestasi, jalur ketua kelompok pengajian dan guru ngaji, serta jalur anak ketua kelompok pengajian dan anak guru ngaji. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Beasiswa Bergema sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Jember.
Melalui program tersebut, Pemkab Jember berharap semakin banyak lulusan SMA, SMK, maupun MA yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terkendala biaya. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan.
Sementara itu, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menilai Program Beasiswa Cinta Bergema menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut memberikan peluang lebih besar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing.
“Program Beasiswa Cinta Bergema memberi harapan besar bagi anak-anak Jember, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin agar lahir generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Program Beasiswa Cinta Bergema merupakan salah satu program prioritas Pemkab Jember di sektor pendidikan. Selain membantu meringankan biaya kuliah, program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan. (*)



