LangsungKlik.id, Lamongan – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan survei seismik 2D di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya eksplorasi untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan dan memetakan potensi cadangan minyak dan gas bumi.
Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Misbachul Munir, mengatakan survei seismik merupakan tahap awal dalam rangkaian kegiatan eksplorasi migas.
“Survei Seismik 2D Lamongan-Tuban-Bojonegoro (Lamturo) berlangsung sejak Agustus 2026 hingga Januari 2027. Di Lamongan, survei dilakukan di 19 kecamatan dengan rincian 234 desa,” kata Misbachul dalam keterangan yang diterima di Lamongan, Jumat, (4/9/26).
Survei dilakukan dengan merekam gelombang pantulan dari lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk memetakan struktur geologi dan memperkuat indikasi potensi cadangan migas yang sebelumnya telah teridentifikasi.
Menurut Misbachul, kegiatan tersebut menjadi penting karena produksi minyak dan gas bumi secara alamiah akan mengalami penurunan. Karena itu, pencarian potensi cadangan baru diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas.
“Penemuan cadangan baru menjadi kebutuhan karena produksi minyak dan gas secara alamiah akan mengalami penurunan. Karena itu, survei seismik menjadi tahapan yang penting dalam rangkaian eksplorasi,” ujarnya.
Survei seismik Lamturo tidak hanya dilakukan di Lamongan. Kegiatan serupa juga mencakup dua kecamatan di Kabupaten Tuban dan 16 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Pelaksanaan survei dilakukan oleh PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP) Indonesia, perusahaan penyedia jasa survei geofisika dan seismik terintegrasi, khususnya untuk sektor minyak dan gas bumi.
Dalam pelaksanaannya, survei melalui sejumlah tahapan. Proses tersebut meliputi perizinan dan sosialisasi, penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, perekaman data, pendataan akhir, pembayaran kompensasi, hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan survei tersebut. Menurutnya, kegiatan eksplorasi diperlukan untuk menemukan sumber energi baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya dan siap mendukung. Harapannya, hasilnya memberikan manfaat bagi masyarakat Lamongan serta kepentingan bangsa dan negara,” kata Yuhronur.
Ia berharap potensi sumber daya alam yang berada di wilayah Lamongan dapat dikembangkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan energi. Selain itu, eksplorasi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Hasil survei seismik nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan tahapan eksplorasi berikutnya, termasuk pengolahan data dan evaluasi potensi sebelum kegiatan pengeboran dilakukan. (*)



