Bedah Buku “NU Abad Kedua” Di Jombang, Gagasan Gus Hayid Dinilai Relevan Untuk Masa Depan NU

Forum yang berlangsung bersamaan dengan Muktamar ke-35 NU membahas pemikiran Gus Hayid tentang penguatan kaderisasi, SDM, ekonomi, hingga tata kelola NU di masa mendatang.

Azaim Ibrahimy
Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Azaim Ibrahimy & Muhammad Yazid Bastomi
Azaim Ibrahimy
Azaim Ibrahimy Jurnalis
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Editor

LangsungKlik.id, Jombang – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar forum bedah buku NU Abad Kedua karya Dr. KH. Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid di Jombang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut digelar di tengah rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dan membahas sejumlah gagasan mengenai masa depan organisasi.

Karya tersebut mendapat perhatian karena menawarkan perspektif mengenai perjalanan NU sekaligus berbagai tantangan yang akan dihadapi organisasi ketika memasuki abad kedua.

Pembahasan dalam buku tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan perkembangan NU. Gus Hayid juga menyampaikan sejumlah pemikiran mengenai strategi penguatan organisasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Advertisement

Dr. H. Yusuf Amrozy, PW ISNU Jawa Timur sekaligus Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, memberikan apresiasi terhadap kualitas akademik buku tersebut.

Menurut Yusuf, kekuatan buku dapat dilihat dari materi yang disampaikan, pola penyusunan pembahasan hingga referensi yang digunakan penulis sebagai dasar pemikiran.

Baca Juga :  Purbaya Pamer Momen Beri Makan Ikan Di Kolam Usai Reshuffle

“Ini produk intelektual yang luar biasa. Produk intelektual yang saya kira sangat serius,” ujar Yusuf Amrozy.

Yusuf mengatakan dirinya telah melihat langsung beberapa bagian dari buku karya Gus Hayid. Ia mencermati narasi, sistematika pembahasan serta daftar pustaka yang tercantum di dalamnya.

Berdasarkan pengamatan tersebut, Yusuf menilai buku NU Abad Kedua dapat memiliki posisi sebagai salah satu referensi akademik untuk pengembangan pemikiran NU ke depan.

Advertisement

“Tadi saya melihat narasi isinya, strukturnya, sampai daftar pustakanya. Saya kira juga layak untuk menjadi referensi akademik NU ke depan,” katanya.

Ia menilai tema yang diangkat Gus Hayid juga memiliki relevansi dengan kondisi NU saat ini. Pembahasan mengenai abad kedua dinilai dapat menjadi bahan pemikiran dalam mempersiapkan organisasi menghadapi berbagai tantangan baru.

Menurut Yusuf, buku tersebut juga telah menggunakan standar akademik yang cukup kuat. Namun, gaya penyampaiannya tetap dibuat agar dapat dipahami pembaca di luar lingkungan akademik.

Baca Juga :  Meniti Kiprah KH.Hasyim Asy’ari: Jejak Ulama Pesantren, Pendiri NU, dan Penggerak Resolusi Jihad

“Buku ini menurut saya cukup akademik, standarnya standar dosen, standar akademisi,” tuturnya.

Kemudahan dalam memahami bahasa menjadi salah satu kelebihan yang disoroti Yusuf. Menurut dia, pembahasan dalam buku tidak hanya dapat diikuti akademisi, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan NU.

Advertisement

“Walaupun juga para peminat atau publik secara umum juga dapat memahami isi buku ini, karena saya lihat kalimatnya juga bukan kalimat yang terlalu sulit,” tutupnya.

Arah Penguatan NU di Abad Kedua

Gus Hayid dalam bukunya mengajak warga Nahdliyin melihat masa depan NU dengan tetap menjadikan fondasi serta khittah An-Nahdliyyah sebagai pijakan utama.

Namun, prinsip tersebut dinilai tetap dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Perubahan zaman, perkembangan teknologi dan dinamika sosial membuat NU perlu memperkuat sejumlah sektor strategis.

Baca Juga :  760 Ribu Badan Usaha Terancam Diblokir, Kemenkum Soroti Pelaporan Pemilik Manfaat

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, kaderisasi, kemandirian ekonomi serta pembenahan tata kelola organisasi.

“Organisasi perlu melakukan penguatan internal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kaderisasi, serta membangun kemandirian ekonomi warga Nahdliyin,” kata Gus Hayid.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari gagasan yang dibahas. Selain itu, pendidikan, pesantren, layanan kesehatan dan pengembangan ekonomi dipandang sebagai sektor penting yang perlu terus dikembangkan.

Forum bedah buku ISNU Jawa Timur tersebut kemudian menjadi ruang dialog bagi sarjana, aktivis dan warga Nahdliyin untuk membahas pemikiran yang ditawarkan Gus Hayid.

Diskusi itu diharapkan dapat memperluas pembahasan mengenai arah NU di abad kedua. Gagasan dalam buku tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dalam menentukan strategi organisasi menghadapi perubahan di masa mendatang. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Azaim Ibrahimy
Azaim Ibrahimy
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement