Ditjen Pesantren Masuk Babak Baru, Basnang Said Diminta Bangun Tata Kelola

Basnang Said dilantik sebagai Dirjen Pesantren pertama. Setelah pembentukan lembaga baru, pekerjaan berikutnya adalah membangun tata kelola, memperkuat struktur, dan memastikan komunikasi dengan pesantren di daerah berjalan baik.

Heri Nur Cahyono
Indra Hermawan
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Heri Nur Cahyono & Indra Hermawan
Heri Nur Cahyono
Heri Nur Cahyono Jurnalis
Indra Hermawan
Indra Hermawan Editor

LangsungKlik.id, Jakarta – ... < Baca Sebelumnya Kemenag sebelumnya juga tengah menyusun Peta Jalan Pesantren yang akan menjadi acuan kerja Ditjen Pesantren untuk lima hingga 10 tahun ke depan. Basnang Said menyebut peta jalan tersebut diarahkan pada tiga fungsi utama pesantren, yakni dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Artinya, Ditjen Pesantren memasuki fase yang membutuhkan kesinambungan antara struktur organisasi dan arah kebijakan. Tata kelola yang dibangun sejak awal akan menentukan bagaimana lembaga tersebut menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program yang benar-benar dirasakan pesantren.

Baca Juga :  BBM Nonsubsidi Masih Dikaji, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Tantangan lainnya adalah menjaga komunikasi dengan pesantren yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda di berbagai daerah. Karena itu, arahan Menag agar Ditjen Pesantren memperkuat silaturahmi dengan pemangku kepentingan daerah menjadi bagian penting dari fase awal lembaga tersebut.

Advertisement

Target Perubahan dalam 100 Hari

Nasaruddin Umar juga memberikan target awal kepada Basnang Said. Dalam 100 hari pertama, Menag berharap ada perubahan positif yang dapat dirasakan setelah Ditjen Pesantren mulai menjalankan tugasnya.

“Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, ‘Oh ini bedanya dulu dan sekarang’,” ujar Nasaruddin Umar.

Baca Juga :  Bansos Tak Tepat Sasaran: Pegawai BUMN, Dokter, hingga Eksekutif Masih Terima Bantuan

Target tersebut membuat 100 hari pertama menjadi periode penting bagi Basnang Said. Selain menyelesaikan pekerjaan administratif dan membangun struktur organisasi, Ditjen Pesantren dituntut mulai menunjukkan bentuk kerja yang konkret.

Advertisement

Babak baru Ditjen Pesantren pada akhirnya tidak hanya akan diukur dari berdirinya lembaga dan lengkapnya struktur organisasi. Ukurannya juga terletak pada kemampuan lembaga tersebut membangun tata kelola yang efektif, menjaga komunikasi dengan pesantren, serta menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan pesantren di berbagai daerah. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Heri Nur Cahyono
Heri Nur Cahyono
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement