Saham Bank Besar Anjlok, BBCA dan BBRI Sentuh Level Terendah Lima Tahun

Dafiqul Fitrah
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Dafiqul Fitrah (Jurnalis)
Dafiqul Fitrah
Dafiqul Fitrah Jurnalis

LangsungKlik.id – Tekanan jual yang masif di pasar saham membuat sejumlah emiten perbankan berkapitalisasi besar mengalami pelemahan tajam. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bahkan tercatat menyentuh level harga terendah dalam sekitar lima tahun terakhir pada perdagangan awal Juni 2026.

Pelemahan tersebut terjadi seiring merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG sempat turun lebih dari 3 persen ke kisaran 5.390, sementara investor asing terus melakukan aksi jual pada saham-saham perbankan unggulan.

Data perdagangan menunjukkan saham BBCA menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas investor asing. Hingga awal Juni 2026, nilai jual bersih (net sell) asing pada BBCA mencapai sekitar Rp 31 triliun hingga Rp 32,7 triliun. Sementara itu, BBRI mencatat net sell lebih dari Rp 9 triliun sepanjang tahun berjalan.

Pada perdagangan 4 Juni 2026, harga saham BBCA turun ke level Rp 5.350–5.425 per saham, sedangkan BBRI berada di kisaran Rp 2.810 per saham. Level tersebut menjadi titik terendah keduanya dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun berjalan, BBCA telah terkoreksi lebih dari 32 persen, sementara BBRI melemah sekitar 23 persen.

Analis menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu penyebab utama keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Nilai tukar rupiah bahkan sempat menembus level Rp 18.000 per dolar AS, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek aset berisiko di pasar berkembang.

Selain faktor nilai tukar, aksi rebalancing indeks global seperti MSCI juga disebut memicu arus keluar dana asing dari saham-saham perbankan besar. Pengurangan bobot beberapa saham bank mendorong investor institusi melakukan penyesuaian portofolio dalam jumlah besar.

Meski harga saham tertekan, sejumlah analis menilai fundamental industri perbankan nasional masih cukup kuat. Hingga April 2026, BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp 20,81 triliun, sedangkan BBRI mencatat laba bersih Rp 15,89 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dan arus modal asing dibandingkan penurunan fundamental perusahaan.

Sejumlah rumah sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham-saham perbankan besar. Bahkan, target harga BBCA masih berada di kisaran Rp 8.826 hingga Rp 9.200 per saham, jauh di atas posisi harga saat ini. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar mulai mencermati peluang akumulasi secara bertahap sambil menunggu stabilisasi pasar dan kembalinya kepercayaan investor asing. (*)

Advertisement
Advertisement
Baca Juga :  Harga Saham BBCA Dipangkas Meski Cuan Tumbuh, Ini Alasannya
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Dafiqul Fitrah
Dafiqul Fitrah
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement