LangsungKlik.id, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Pesantren Skill Jakarta, Lumajang, dan Jember. Izza Nur Laila, yang akrab disapa Ning Izza, resmi menyelesaikan pendidikan magister dan meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Ning Izza yang juga merupakan pengasuh Pesantren Skill Putri Jakarta mengikuti prosesi wisuda di The Krakatau Grand Ballroom, Jalan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (23/9/26).
Dalam prosesi tersebut, Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta mewisuda 1.005 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3).
Ning Izza menyelesaikan penelitian mengenai Pesantren Skill dan Pesantren Vokasi dalam penguatan keterampilan dan kompetensi santri untuk menghadapi dunia kerja dan dunia usaha. Ia memperoleh nilai akumulatif 3,6 dengan predikat cumlaude.
Dedikasikan Ilmu untuk Pendidikan Pesantren
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi Ning Izza sekaligus keluarga besar Pesantren Skill. Gelar magister yang diraih menjadi bagian dari perjalanan akademik sekaligus upaya memperkuat kapasitas dalam pengembangan pendidikan pesantren.
Usai prosesi wisuda, Ning Izza menyampaikan komitmennya untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan terus berkhidmat dalam bidang pendidikan pesantren.
“Alhamdulillah hari ini sudah tuntas semuanya karena sudah diwisuda, tinggal mengamalkan ilmu dan terus berusaha berkhidmat melayani pendidikan pesantren dan para siswa serta santri. Mohon doanya untuk kami semuanya, wabil khusus keluarga besar Pesantren Skill, agar bisa terus memberikan yang terbaik untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara,” kata Ning Izza.
Wisuda tersebut turut dihadiri Rektor Universitas PTIQ yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar memaknai gelar akademik yang diperoleh sebagai hasil dari perjuangan, doa, dan pengorbanan orang tua.
“Karena di balik kelulusan yang diperoleh oleh ananda wisudawan dan wisudawati, ada doa yang terus dipanjatkan oleh kedua orang tua dan ada pengorbanan yang tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah SWT dan orang tua masing-masing. Oleh karena itu, tolong betul-betul dijaga pengorbanan orang tua ini dengan cara kita berbakti sebaik-baiknya kepada orang tua,” kata Prof. Nasaruddin Umar.
Tekankan Integrasi Ilmu dan Keterampilan
Nasaruddin Umar juga menjelaskan salah satu karakter pendidikan di Universitas PTIQ, yakni upaya mengintegrasikan ilmu yang berbasis Al-Qur’an dan hadis dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengabdian kepada masyarakat.
“Integrasi ilmu-ilmu Keal-Qur’anan—integrasi ilmu-ilmu Keal-Qur’anan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bukti pembeda antara Universitas PTIQ dengan kampus-kampus yang lain. Oleh karena itu, tolong dijaga betul semangat pengabdian berbasis Al-Qur’an di masyarakat ini agar keberkahan ilmu yang diperoleh bisa betul-betul dirasakan oleh yang bersangkutan maupun oleh masyarakat luas,” tutupnya.
Konsep integrasi tersebut sejalan dengan pengembangan pendidikan pesantren yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan santri dalam menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
Gus Hayid: Ilmu MPI Dibutuhkan Pesantren Skill
Capaian Ning Izza juga mendapat apresiasi dari suaminya, Dr. KH. Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas keberhasilan Ning Izza menyelesaikan pendidikan magister.
Menurut Gus Hayid, ilmu Manajemen Pendidikan Islam yang dipelajari Ning Izza memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pengembangan Pesantren Skill dan pesantren vokasi di Jakarta, Lumajang, dan Jember.
“Tentu atas nama suami, saya sangat senang dan bahagia atas capaian istri saya ini, karena ilmu yang dipelajari saat mengambil program Magister Manajemen Pendidikan Islam memang sangat dibutuhkan untuk pengembangan dan penguatan peran Pesantren Skill dan pesantren vokasi, baik di Jakarta, di Lumajang, dan di Jember, dalam rangka menyiapkan para siswa dan para santri yang tidak hanya ahli di bidang agama, tetapi juga memiliki keterampilan, memiliki kompetensi yang siap bersaing dan berkhidmat di masyarakat, baik pada level nasional maupun level global,” tutup Gus Hayid.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, para pejabat pemerintahan, rektor, serta anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dr. KH. Muhammad Nur Hayid. (*)



